Indonewsdaily.com, Kota Batu – Seiring masih tingginya kasus covid di kota batu yang di tandai masih belum berubahnya status kota batu yang hingha saat ini masih berada di level 3, sehingga masyarakat masih diwajibkan untuk menjaga prokes ketat dan bagi tempat-tempat tujuan reramaian wajib menggunakan aplikasi peduli lindungi.
Namun apa yang terjadi kemarin di pusat oleh – oleh brawijaya kota batu berbeda dengan hari – hari biasanya, nampak pusat oleh-oleh dan resto tersebut sangat ramai dan terjadi penumpukan pengunjung, pada Rabo (10/3/2022).
Atas hal tersebut membuat team dari Satpol PP Kota Batu dan Polres Batu langsung turun tangan untuk mengecek kondisi dilapangan (Red) saat dikonfirmasi via telepone. (11/3/2022).
Dari hasil pantauan dilapangan, memang kondisinya luar biasa banyaknya, ungkap Ibu ArIk Dwi Utami, Kepala Bidang Ketertiban Umum (kabid tibum) Satpol PP Kota Batu pada wartawan.
“Untuk menggali informasi kemarin kami menurunkan 3 orang anggota dalam, dan memang kondisinya ramai sekali dan kurang pengaturan juga, ” ungkapnya.
Sementara itu jika mengacu pada aplikasi peduli lindungi di pusat oleh – oleh seharusnya kapasitasnya 350 orang sesuai di aplikasi peduli lindungi, dan seharusnya untuk level 3 saat ini ya setidaknya setengahnya, sekitar 150 an kurang lebih untuk kunjungan, lanjunya.
“Kemarin itu ya aku bilang full, dan situasinya kemarin dikasir kelihatan sekali full dan bergerumbul, sampai saya bilang kasirnya ditambah bisa apa tidak, ternyata tidak,” jelasnya.
Lebih lanjut arik menjelaskan, terlebih lagi saat berkomunikasi dengan pengelola untuk menghalau kerumunan ternyata tidak bisa, kalau dari penjelasan dari pengelola kunjungan ini mendadak.
“Dan saat kami kesana untuk satgas covid nya sendiri di brawijaya juga tidak ada, bahkan sekuriti nya aja ada satu, dan yang satu ijin sakit,” imbuhnya.
“Padahal penurutnya satgas itu kan harus di bentuk tersendiri, memang ada mbak dan mas yang pakek batik disitu namun pas kita minta bantuan tidak respon, yang kami pahami, “mungkin bukan tugasnya di situ mungkin” hingga bu nawang dari polres datang dan membantu kami,” pungkasnya.
Sebelumnya kejadian ini diawali dari adanya laporan masyarakat, terkiat kerumunan yang membeludak di oleh-oleh brawijaya setelah ada rombongan 34 bus asal pati jawa tengan yang datang secara bersamaan ditengah kondisi kota batu yang masih berada di level 3.
Sementara itu, hingga berita ini turun belum ada tanggapan apapun dari manajemen brawijaya oleh-oleh terkait dengan membeludaknya kerumunan di pusat oleh-oleh brawijaya Kota Batu. (win)








