Indonewsdaily.com, Mojokerto, 16 April 2025 – Di tengah dorongan global menuju gaya hidup berkelanjutan, sebuah langkah nyata lahir dari koridor pendidikan dasar di Kota Mojokerto. Tepat pada tanggal 5 Maret 2025, SD Negeri Meri secara resmi meluncurkan produk inovasi lingkungan terbarunya yang diberi tajuk MAS DJABIR, sebuah akronim dari Manfaat Alami Sabun Daun Jambu Air.
Inovasi ini bukan sekadar proyek prakarya biasa, melainkan sebuah terobosan yang menggabungkan edukasi lingkungan, literasi sains, dan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Gagasan terciptanya MAS DJABIR tidak muncul dari ruang hampa. Selama bertahun-tahun, lingkungan SD Negeri Meri dikenal sangat asri dengan banyaknya pohon jambu air yang tumbuh subur di area sekolah maupun pemukiman sekitar.
Namun, rimbunnya pohon tersebut membawa konsekuensi tersendiri: tumpukan limbah daun kering yang setiap hari harus dibersihkan.
Selama ini, daun-daun tersebut hanya berakhir di tempat sampah atau dibakar, yang justru menimbulkan polusi udara. Berawal dari keprihatinan tersebut, tim inovasi di SD Negeri Meri mulai melakukan riset sederhana. Berdasarkan studi literatur, ditemukan bahwa daun jambu air (Syzygium aquasum) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki sifat antibakteri dan antioksidan yang tinggi.
Potensi inilah yang kemudian dikembangkan menjadi produk sabun kesehatan alami.
Nama “MAS DJABIR” dipilih agar mudah diingat sekaligus merepresentasikan kearifan lokal. Produk ini diluncurkan secara resmi oleh Kepala SD Negeri Meri di hadapan para siswa, wali murid, dan komite sekolah.
Produk MAS DJABIR hadir dalam varian sabun batang. Keunggulan utamanya terletak pada penggunaan bahan-bahan organik. Berbeda dengan sabun komersial yang banyak menggunakan bahan kimia sintetis keras, MAS DJABIR mengedepankan keamanan kulit. Ekstrak daun jambu air di dalamnya berperan sebagai antiseptik alami yang mampu membunuh kuman sekaligus memberikan nutrisi bagi kulit agar tetap lembap.
Bagaimana lembaran daun bisa berubah menjadi sabun? Proses pembuatan MAS DJABIR melibatkan kolaborasi aktif antara guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai pelaksana. Tahapan dimulai dengan pemilihan daun jambu air yang segar dan berkualitas. Daun tersebut kemudian dicuci bersih, dikeringkan sebentar, lalu diekstraksi menggunakan metode pemanasan suhu rendah agar kandungan nutrisinya tidak rusak.
Cairan ekstrak berwarna hijau kecokelatan inilah yang menjadi bahan inti.
Dalam proses penyabunan (saponifikasi), ekstrak tersebut dicampur dengan bahan pendukung seperti minyak kelapa, minyak zaitun, dan soda api dalam takaran yang sangat presisi agar menghasilkan pH yang seimbang dan aman untuk kulit manusia. Siswa diajak mengamati proses perubahan kimia dari minyak menjadi sabun, yang secara tidak langsung menjadi laboratorium sains praktis bagi mereka.








