Indonewsdaily.com, Mojokerto – Program bantuan pendidikan untuk tahun ajaran 2026/2027 masih terus bergulir untuk siswa di Kota Mojokerto. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K), selain menggratiskan biaya pendidikan di sekolah negeri, pemerintah juga menyiapkan bantuan seragam, tas, sepatu, alat tulis, hingga layanan angkutan sekolah gratis bagi peserta didik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Agung Moeljono, menjelaskan bahwa beberapa program telah berjalan, seperti pendidikan gratis dan layanan angkutan sekolah gratis. Sementara itu, bantuan seragam, tas, sepatu, dan perlengkapan sekolah bagi siswa baru akan direalisasikan setelah seluruh proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 selesai.
“Untuk bantuan seragam sekolah, tas, dan sepatu diperuntukkan bagi siswa baru dan saat ini masih menunggu selesainya proses SPMB di Kota Mojokerto,” kata Agung.
Ia menambahkan, setelah data peserta didik baru dinyatakan final, pemerintah akan segera melakukan proses pengadaan sekaligus pendistribusian bantuan agar seluruh siswa yang berhak dapat segera menerimanya.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Mojokerto berharap beban pengeluaran orang tua menjelang tahun ajaran baru dapat berkurang sekaligus memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang berkualitas.
Sebelumnya Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, komitmen sekolah gratis tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjamin seluruh anak di Kota Mojokerto memperoleh akses pendidikan tanpa terkendala biaya.
“Di bidang pendidikan, kami tetap berkomitmen menjalankan seluruh kewenangan pemerintah kota mulai jenjang PAUD/TK hingga SMP dengan pendidikan gratis,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, sedikitnya ada lima bentuk dukungan yang diberikan kepada peserta didik, yakni pendidikan gratis di sekolah negeri, bantuan seragam sekolah, tas, sepatu, alat tulis, serta fasilitas angkutan sekolah gratis.
Tak hanya itu, Pemkot Mojokerto juga tetap melanjutkan program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Setiap tahun, sekitar 250 hingga 300 mahasiswa asal Kota Mojokerto menerima bantuan pendidikan sebagai bentuk dukungan peningkatan kualitas sumber daya manusia.














