newsnoid.com, Kabupaten Malang – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang kebut pembangunan Jembatan Legok di Kampung Legok, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji. Jembatan penghubung antardesa yang sempat ambrol untuk segera dirampungkan (1/9/2026)
Jembatan ini menghubungkan Desa Wadung, Pakisaji dengan Desa Sukoanyar, Kecamatan Wagir. Berdasarkan data DPUBM, konstruksi baru memiliki panjang 18 meter dan lebar 5 meter dengan anggaran pembangunan sebesar Rp 1,4 miliar.
“Saat ini progres pembangunan jembatan Legok terus kami kebut. Target kami sekitar empat bulan sejak Juli 2026 sudah bisa difungsikan kembali oleh masyarakat,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi
Khairul menjelaskan, jembatan baru ini dirancang dengan spesifikasi lebih kuat dari sebelumnya. Struktur dirancang agar bisa dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk pengangkut hasil pertanian.
“Kami tidak hanya membangun, tapi juga meningkatkan kapasitas. Jembatan ini nanti bisa dilalui sepeda motor, mobil, sampai truk. Harapannya mobilitas warga Pakisaji dan Wagir, terutama untuk distribusi hasil pertanian, bisa kembali lancar dan aman,” ujarnya.
Selama proses pembangunan, pengguna jalan diarahkan melalui jalur alternatif. Pemkab Malang meminta pengendara memutar melalui Desa Jatisari atau Desa Mendalanwangi.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan selama pengerjaan. Akses alternatif sudah kami koordinasikan dengan pemerintah desa setempat agar warga tetap bisa beraktivitas,” tambah Khairul.
Dengan adanya jembatan baru ini, DPUBM berharap konektivitas antardesa di wilayah selatan Kabupaten Malang semakin baik dan bisa menunjang perekonomian warga.(win)









