indonewsdaily.com, Malang — Festival Mbois kembali hadir. Festival Mbois kolaborasi tahunan ini memasuki penyelenggaraan ke-11 dan akan digelar selama 3 hari, 21 hingga 23 Agustus 2026 di Stadion Gajayana, Kota Malang.
Tahun ini penyelenggaraan terasa istimewa karena bertepatan dengan 3 momentum penting. Pertama, peringatan 100 tahun Stadion Gajayana sebagai salah satu stadion tertua di Indonesia. Kedua, 1 tahun Kota Malang menyandang predikat Kota Kreatif UNESCO. Ketiga, peringatan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Vicky Arief Herinadhrama tokoh penggerak utama Malang Creative Fusion (MCF). Menjabat sebagai Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Koordinator MCF, mengatakan Dengan mengusung tema “Malang Menyala”, panitia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam kolaborasi membangun ekosistem ekonomi kreatif.
“Kami percaya jika kolaborasi ini berjalan beriringan dan dilakukan secara bersama-sama pasti membawa dampak yang positif bagi Kota Malang,” ujar Vicky
Selama 3 hari penyelenggaraan, Festival Mbois 11 akan menghadirkan 5 cluster utama:
5 Cluster Utama Festival Mbois “Malang Menyala”
Sound of Malang Menyala: Area panggung utama yang menyajikan festival musik dan penampilan dari musisi, talenta lokal, serta pegiat sportainment.
Made by Arema: Cluster khusus yang menampilkan pameran dan bazaar produk ekonomi kreatif, creative market, kuliner, serta karya unggulan UMKM lokal.
Creative Cities & Media Arts: Pusat pameran dan instalasi Media Arts (seni media baru, pemetaan proyeksi, teknologi kreatif, dan seni interaktif).
Talent Connect: Ruang temu, konferensi, dan inkubasi para kreator, komunitas, startup, akademisi, hingga generasi muda.
Business Connect: Forum bisnis, business matching, diskusi, dan temu investasi yang menghubungkan para pelaku industri kreatif dengan mitra strategis.
Pemilihan Stadion Gajayana sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Selain kapasitasnya, stadion yang berusia 100 tahun ini dianggap sebagai ikon bersejarah yang menjadi saksi perjalanan olahraga, kebudayaan dan kehidupan sosial masyarakat Malang.
“Ingin menegaskan bahwa kreativitas selalu tumbuh dari akar budaya dan memori kolektif sebuah kota. Masa lalu menjadi inspirasi sedangkan inovasi menjadi jembatan menuju masa yang akan datang,” jelas Vicky
Pemerintah Kota Malang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Wali Kota Malang sedianya hadir, namun berhalangan karena dinas luar untuk menerima penghargaan sebagai Penggerak Koperasi Teladan.
Dalam sambutan yang dibacakan perwakilannya yakni Kadisporapar kota Malang Bayhaqi, Wali Kota menegaskan komitmen Pemkot untuk mendukung penuh Festival Mbois 11.
“Pertemuan kita pada hari ini bukan saja untuk menyamakan persepsi dan mematangkan persiapan penyelenggaraan Festival Mbois Malang Menyala tahun 2026 tetapi juga meneguhkan komitmen kita bersama dalam membangun optimisme serta memperkenalkan wajah Kota Malang yang kreatif, dinamis dan penuh semangat kolaborasi,” demikian kutipan sambutan yang dibacakan Bayhaqi (21/7/2026)
Festival ini juga dirangkaikan untuk mengisi rangkaian peringatan Hari Koperasi Indonesia yang akan dilaksanakan di Stadion Gajayana.
Vicky mengundang seluruh masyarakat, mulai dari komunitas, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, insan media, perbankan hingga Pemerintah Daerah untuk hadir dan menjadi bagian dari Festival Mbois 11.
“Festival Mbois ini milik kita bersama dan keberhasilannya lahir dari semangat kolaborasi seluruh elemen Kota Malang. Mari kita sukseskan bersama,” ajak Vicky
Selain sebagai ajang kreativitas, setiap event di Kota Malang juga diharapkan berdampak langsung pada kebangkitan UMKM dan pemberdayaan masyarakat.
Festival Mbois ke-11 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga penguat ekosistem ekonomi kreatif Malang yang kini telah diakui dunia melalui jejaring UNESCO Creative Cities.(win)














