Kebut Pengerjaan Aspal Jalan Purworejo Singosari, PU Bina Marga Malang Targetkan Rampung Sebelum Cuaca Ekstrim

indonewsdaily.com, Malang— Aktivitas alat berat dan hamparan aspal panas mewarnai Jalan Purworejo, Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, sejak Rabu siang 18 Juni 2026.

Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas PU Bina Marga kini mengebut pengerjaan peningkatan jalan yang sudah lama dinanti warga, dengan target tuntas sebelum November 2026 agar tak terganggu musim penghujan.

Proyek ini bukan sekadar tambal sulam. Fokus utama adalah penguatan struktur perkerasan agar daya tahannya meningkat.

Pengerjaan mencakup pelebaran badan jalan di titik-titik rawan, penggantian lapis pondasi bawah, pengaspalan hotmix, hingga pembenahan drainase di sisi jalan.

Warga Singosari “Akhirnya Jalan Impian Jadi Kenyataan”, Di Dusun Purworejo, antusiasme warga terasa sejak pagi. Mereka berhenti sejenak untuk melihat proses penghamparan aspal. Jalan yang dulu bergelombang dan berlubang itu memang jadi keluhan utama, terutama saat hujan turun.

“Alhamdulillah, warga senang akhirnya dibangun. Jalan ini sudah lama rusak, kalau hujan becek dan berlubang. Motor sering slip, pedagang sayur juga susah lewat. Sekarang diperbaiki, jadi lebih nyaman dilewati,” ujar Suwarto, warga Dusun Purworejo, sambil menunjuk bekas kubangan yang kini sudah ditutup base course.

Jalan Purworejo adalah urat nadi warga Tunjungtirto. Ruas ini menghubungkan permukiman, lahan pertanian dan sekolah dasar ke Jalan Raya Singosari–Lawang.

Kerusakannya selama ini membuat biaya angkut hasil pertanian naik dan waktu tempuh ke pasar jadi lebih lama.

Detail Teknis dari PU Bina Marga
Anita, Kasi Pembangunan dan Peningkatan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, menjelaskan proyek ini masuk program prioritas 2026 untuk jalan penghubung antar desa dan jalan produksi pertanian.

“Ya betul, ini proyek peningkatan jalan dari Dinas PU Bina Marga. Kami fokus pada peningkatan struktur perkerasan agar lebih tahan lama dan nyaman dilalui. Ada pelebaran di beberapa titik sempit, penguatan lapis pondasi, baru diaspal hotmix. Drainase juga kami perbaiki supaya air hujan langsung mengalir, tidak menggenang di badan jalan,” jelasnya di lokasi.

Target teknisnya jelas: selesai sebelum November. Alasannya sederhana. Pengaspalan di musim hujan rawan gagal mutu karena air. Maka percepatan dan pengawasan mutu dilakukan harian.

Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Kepala Dinas PU Bina Marga, Khairul Isnaidi Kusuma, S.T., M.T., menegaskan jalan adalah investasi sosial. Baginya, aspal mulus = ekonomi bergerak.

“Semoga hal ini dapat memudahkan transportasi dan memudahkan akses perekonomian warga desa. Semua infrastruktur yang dibangun tujuannya ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Khairul.

Dampaknya langsung terasa di 3 sektor:
1.Pertanian & perkebunan : Tunjungtirto penghasil sayur, buah dan komoditas holtikultura. Akses ke Pasar Singosari dan Kota Malang akan lebih cepat, susut hasil panen bisa ditekan.

2.Pariwisata: Singosari utara punya potensi wisata alam dan sejarah. Jalan mulus bikin wisatawan lebih nyaman menjangkau wilayah perbatasan.

3.Pelayanan umum : Akses ke puskesmas, sekolah dan kantor desa jadi lebih lancar, terutama untuk ambulans dan kendaraan logistik.

“Seluruh akses penunjang, baik untuk pengembangan pariwisata, distribusi pertanian, perkebunan, pelayanan umum, bahkan akses di wilayah perbatasan, akan terus kita perhatikan. Dari semua ini tentu bertujuan untuk menunjang mobilitas masyarakat sehingga berdampak pada meningkatnya sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Malang khususnya,” tandas Khairul.

Komitmen Pemkab: Jalan Desa Jadi Prioritas
Proyek Jalan Purworejo ini sejalan dengan arahan Bupati Malang 2026: pemerataan infrastruktur sampai ke desa.

Tahun ini PU Bina Marga memprioritaskan ruas yang langsung menyentuh aktivitas warga: jalan produksi, jalan penghubung dusun, dan akses ke fasilitas publik.

Dengan pengawasan ketat dari tim teknis, Pemkab menargetkan kualitas jalan bisa bertahan 5-10 tahun. Namun warga juga punya harapan lanjutan: perawatan rutin setelah proyek selesai.

“Kami senang jalannya dibaguskan. Tapi mohon nanti dijaga juga. Kalau ada lubang kecil langsung ditambal, jangan nunggu rusak parah lagi,” harap Suwarto.

Jika target tercapai, akhir Oktober nanti Jalan Purworejo akan berubah total. Dari jalan yang ditakuti saat hujan, jadi jalur andalan warga Singosari untuk bergerak lebih cepat dan lebih aman. (Gih)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *