indonewsdaily.com, Malang — Delapan partai politik duduk satu meja. Bukan untuk berdebat soal perbedaan warna politik, melainkan membicarakan pekerjaan rumah dan masa depan Kota Malang.
Suasana itu tergambar dalam forum “Malang Satu Meja”, yang digagas Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, S.M., di kawasan Latar Ijen, Kamis (10/9/2026).
Pertemuan tersebut mempertemukan sejumlah pimpinan partai politik pemilik kursi di DPRD Kota Malang. Di antaranya Partai Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, PAN, PKB, PSI, PKS dan NasDem.
Partai Demokrat sebelumnya juga telah berkomunikasi dan menyatakan kesiapannya untuk hadir. Namun, karena adanya agenda mendadak, perwakilannya berhalangan hadir.
Tidak ada suasana rapat politik yang kaku. Para pimpinan partai justru duduk bersama dalam suasana santai, membuka komunikasi dan bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan yang dihadapi Kota Malang.
Bagi Djoko, pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi. “Malang Satu Meja” diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih intens antarpimpinan partai sekaligus memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif.
“Ini adalah perdana yang kita lakukan. Semoga akan lebih intens lagi dan terjadwal, sehingga ngobrol masalah Kota Malang seperti ini tidak harus di gedung DPRD. Di kafe atau di mana saja bisa, sambil makan, ngopi kan asik,” ujar Djoko.
Menurutnya, komunikasi politik tidak harus selalu berlangsung di ruang rapat resmi. Obrolan yang lebih santai justru dapat membuka ruang diskusi yang lebih cair, sehingga berbagai persoalan kota bisa dibicarakan secara terbuka.
Berbagai pekerjaan rumah yang muncul dalam pertemuan tersebut nantinya dapat menjadi bahan pemikiran bersama untuk dibawa ke forum resmi.
“Persoalan atau pekerjaan rumah kita semua akhirnya bisa diulas dan sebagai bahan acuan dalam forum resmi nantinya. Ya minimal buat bahan lah, kita ngobrol dulu dengan santai,” katanya.
Djoko juga membuka kemungkinan forum tersebut diperluas dengan menghadirkan unsur eksekutif. Wali Kota Malang, Wakil Wali Kota maupun pihak lain yang berkepentingan terhadap pembangunan Kota Malang dapat dilibatkan dalam agenda berikutnya.
“Ya nanti mungkin ada agenda dengan Wali Kota Malang, dengan Wakil Wali Kota dan lainnya,” imbuhnya.
Gagasan yang dibawa forum ini sederhana: membangun Kota Malang membutuhkan komunikasi, bukan sekadar kompetisi politik.
Perbedaan platform maupun kepentingan masing-masing partai diharapkan tidak menjadi penghalang untuk mencari titik temu ketika yang dibicarakan adalah kepentingan masyarakat.
Jika konsisten digelar, “Malang Satu Meja” berpotensi menjadi ruang baru komunikasi politik Kota Malang. Tempat berbagai warna partai bertemu, berdiskusi dan mencari solusi sebelum gagasan tersebut dibawa ke ruang kebijakan.
Sebab, dari satu meja, banyak gagasan bisa lahir. Dan dari komunikasi yang cair, kepentingan Kota Malang diharapkan dapat ditempatkan di atas kepentingan politik masing-masing. (win)








