Operasi Pekat Semeru 2025, Berhasil Ciptakan Kota Malang yang Kondusif.

indonewsdaily.com, Malang- Polda Jatim, Polresta Malang Kota, Jumat 16 Mei 2025 jam 13.00 wib melaksanakan rilis Hasil Operasi Pekat 2025, bertempat didepan Ballroom Sanika.

Wakapolresta Malang Kota AKBP Oskar Syamsuddin, mebgatakan bahwa Polresta Malang kota telah melaksanakan patroli pencegahan premanisme di Kota Malang kami merilis hasil Operasi Pekat Semeru 2025 yang diselenggarakan selama 14 hari.

“Operasi Pekat ini dimulai dari tanggal 1 sampai dengan 14 Mei 2025, jumlah kasus yang berhasil kita ungkap ada 24 kasus dengan 36 tersangka. Sari 24 kasus tersebut ada 4 sasaran kita bagi yang pertama kasus penganiayaan kemudian depkolektor, gangster dan pengeroyokan, kemudian untuk kasus penganiayaan ada 18 kasus. Dan 18 tersangka depkolektor satu kasus tersangka gangster, satu kasus 5 tersangka kemudian untuk pengeroyokan 4 kasus 11 tersangka,” ungkapnya (16/5/2025)

Lebih lanjur Oskar menambahkan bahwa semua ini dilakukan penyidikan dan masih berproses, tentunya pihaknya akan upayakan terus sampai dengan kita serahkan kepada kejaksaan.

Kemudian untuk barang bukti Oskar menjelaskan apa saja yang berhasil diamankan.

“Masing-masing satu buah jaket hoodie kemudian celana jeans, topi, sepeda motor satu unit, kemudian ada tabung gas elpiji 3 kg satu, senjata tajam jenis sabit celurit, kemudian helm, juga kursi kayu, baju, pisau kemudian kaos berwarna hitam, jaket warna merah, celana panjang abu-abu. itu semua barang bukti yang kita amankan. Sedangkan yang didepan ini adalah tersangka yang sudah kita amankan, dan tentunya nanti kita tetap proses lanjut sampai dengan ke pengadilan,” ucapnya.

Selanjutnya Oskar menjelaskan terkait detail informasi mengenai kasus perkasus.

“Untuk hal-hal yang teknis silakan nanti bisa menghubungi langsung kepada kasat Reskrim detailnya untuk kepentingan publikasi, silakan nanti ya,” katanya.

Kemudian Oskar menjelaskan, untuk ke depan walaupun pelaksanaan operasi pekat ini sudah selesai sampai dengan 14 Mei 2025, namun kegiatan KRD kepolisian yang di tingkatkan.

“Ya ini tetap kita laksanakan dengan sasaran masih premanisme, yang kemudian ada tambahan juga terkait dengan judi online, kejahatan jalanan lainnya ini tetap menjadi prioritas kita dalam menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Malang Kota,” ujarnya.

Sedangkan Kompol Muhammad Sholeh Kasat Reskrim Polresta Malang Kota mengatakan berkaitan dengan Gangster, yaitu melibatkan kelompok anak-anak.

“Jadi mereka memang bergerombol, mencari jati diri, mereka tidak menamai dirinya, namun mereka berjalan bersama-sama, modusnya adalah mereka bergerak setelah mereka melakukan pesta miras, mereka berjalan mengitari kota Malang dan mencari sasaran untuk dilakukan tindakan-tindakan kekerasan.Artinya mereka mengajak orang-orang yang dia temui untuk berkelahi,” ungkapnya.

Kemudian disinggung mengenai sorotan sekarang adalah premanisme berkedok Ormas yang sedang diberantas, selain dari operasi pekat, apakah juga menemukan juga premanisme bersandar ormas atau sebagainya.

“Jadi Alhamdulillah di Malang kota ini belum ada sasaran kita yang merupakan sasaran premanisme yang bergedok Ormas. Sehingga masih dalam wujud atau dalam tatanan masih tertib, ada beberapa Ormas di kota Malang ini.Tapi tidak menjadi sasaran kita, karena memang tidak melakukan tindakan-tindakan premanisme,” ucapnya.

Sholeh menjelaskan terkait kasus yang menimbulkan korban.

“Beberapa memang ada korban, seperti yang kami sampaikan, satu kasus panganian yang berat dengan menggunakan senjata tajam, pisau.Jadi korban saat ini, sedang kritis dan dirawat di rumah sakit Saiful Anwar. Jadi mereka, korban ini ditusuk oleh pelaku, karena pelaku dalam keadaan mabuk, sehingga terjadi percocokan dengan korban dan korban ditusuk,” ungkapnya

Penjelasan Sholeh mengenai Operasi Pekat 2025 adalah

“Sasaran kita adalah kekerasan jalanan, tindakan-tindakan perbuatan yang menyerang seseorang, korban seseorang, atau perbuatan-perbuatan seperti kasus-kasus penganiayaan, pengeroyokan, dan lain-lain. Namun semua yang tertangkap ini, TO, operasi kita adalah orang-orang yang sudah melakukan kekerasan terhadap orang. Alhamdulillah, setelah kita laksanakan kegiatan penumpasan atau kegiatan penindakan terhadap perkara-perkara premanisme, ini berdampak sekali sampai dengan saat ini tidak kami terima laporan-laporan terkait adanya kekerasan terhadap seseorang ataupun orang lain,” ujarnya.

Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, bersama Kapolresta Malang Kota melakukan patroli di titik-titik rawan, mereka juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan kepolisian untuk menciptakan wilayah yang aman dan bebas dari praktik premanisme di Kota Malang. (win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *