indonewsdaily.com, Malang — Kepulangan Didik Sucahyo (ex Bassist ELPAMAS) ke Malang tahun ini membawa cerita berbeda.
Mantan bassis grup rock legendaris Indonesia yakni Elpamas tersebut tidak sekadar mengisi liburan dan bernostalgia bersama sahabat-sahabat lama, tetapi juga melahirkan proyek musik baru bernama D’Bass Project.
Dari project tersebut, Didik memperkenalkan dua single yang digarap bersama sejumlah musisi asal Malang. Karya ini menjadi penanda bahwa perjalanan kreatifnya masih terus berlanjut, meski usianya kini mendekati 70 tahun.
Didik mengatakan, Malang hampir selalu menjadi tujuan liburannya setiap tahun. Selama ini, kepulangannya kerap diisi dengan konser bersama alumni dan komunitas musik. Namun, menurutnya, konser saja tidak cukup.
“Kalau hanya konser, setelah selesai ya lewat, saya ingin bikin sesuatu di sini, keinginan ini sebenarnya sudah lama,” kata Didik usai menjadi narasumber podcast di RRI Malang, Senin (24/8/2026).
Keinginan tersebut berawal dari kebiasaan Didik menyimpan berbagai potongan ide musik selama tinggal di Belanda. Setiap kali mendapatkan gagasan, ia merekamnya dan menyimpannya di komputer maupun telepon seluler.
Dari sejumlah ide yang tersimpan, dua di antaranya dinilai paling kuat dan kemudian dibawa ke Indonesia untuk dikembangkan menjadi karya utuh.
Dalam proses produksinya, Didik menggandeng sejumlah musisi Malang, di antaranya Wiwil pada gitar, Saproni sebagai vokalis, dan Bobi Nilam pada drumm, Materi dasar lagu dikirimkan Didik terlebih dahulu kemudian dikembangkan bersama melalui proses aransemen.
“Ini karya saya sendiri, tidak melibatkan Elpamas. Saya ingin mencoba karya saya sendiri dengan dibantu teman-teman di Makang,” ujarnya.
D’Bass Project menjadi ruang baru bagi Didik untuk bereksperimen dengan karya-karyanya sendiri. Secara musikal dua single tersebut masih berada di jalur pop rock yang memiliki kedekatan dengan akar musik Didik.
Meski demikian, ia menegaskan D’Bass Project bukanlah upaya untuk menghidupkan kembali Elpamas.
“Kalau ada yang bilang seperti Elpamas, coba dengarkan lagi. Bukan. Elpamas berbeda,” tegasnya.
Gagasan membentuk project musik tersebut mulai menemukan bentuk setelah Didik kembali berkomunikasi dengan sejumlah musisi Malang sejak akhir 2024.
Salah satunya adalah Wiwil yang kemudian turut membantu menemukan formasi pemain, termasuk Saproni dan Bobi.
Bagi Didik, lahirnya dua single tersebut bukan sekadar project musik tetapi ada keinginan untuk meninggalkan karya yang bisa dinikmati masyarakat setelah dirinya kembali ke Belanda.
Ia mengibaratkan dua lagu tersebut sebagai “telur yang sudah pecah”. Ide yang selama ini hanya tersimpan akhirnya diwujudkan menjadi karya dan kini tinggal menunggu respons nantinnya.
“Harapan saya dua lagu ini diterima. Telurnya sudah pecah, sekarang tinggal bagaimana menikmatinya,” ungkap Didik.
D’Bass Project pun menjadi babak baru dalam perjalanan panjang Didik Sucahyo. Setelah puluhan tahun dikenal sebagai bagian dari perjalanan musik rock Elpamas, ia kini memilih kembali mengeksplorasi kreativitas melalui nama dan karya sendiri.
Kepulangannya ke Malang kali ini pun bukan sekadar agenda liburan. Kota yang menjadi bagian penting dalam perjalanan musiknya kini kembali menjadi tempat lahirnya karya baru.
D’Bass Project menjadi bukti bahwa perjalanan bermusik tidak berhenti pada usia. Selama masih ada ide dan keinginan untuk berkarya, selalu ada ruang untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Dan dua lagu tersebut sudah bisa dinikmati di kanal sosmed dan platform media yang tersedia. (win)








