indonewsdaily.com, Malang- Sirkuit Non Permanen NP Bundaran Tugu Kota Malang kembali meraung. Minggu 31 Mei 2026, Ikatan Motor Indonesia IMI Jawa Timur bersama Pemkot Malang sukses menggelar Sinergitas Malang Raya Roadrace x Supermoto Championship 2026 Seri 1. Event ini jadi momen yang ditunggu-tunggu setelah vakum panjang agenda balap motor besar di pusat kota.
“Stop Balap Liar”, Misi Sosial di Balik Deru Mesin, mengusung kampanye “Stop Balap Liar”, kejuaraan ini bukan sekadar adu cepat. Ketua Umum Pelaksana Agus Thole menegaskan, event ini dirancang sebagai wadah pembinaan sekaligus solusi atas keresahan warga Malang Raya.
“Agus Thole mengatakan, kami membangkitkan bibit di dunia balap untuk menghindari balap liar. Keluhan masyarakat soal aksi liar yang bikin resah pengguna jalan sudah lama. Lewat lintasan resmi dengan standar keselamatan IMI, anak muda bisa menyalurkan bakatnya secara positif dan terukur,” jelas Agus Thole saat konferensi pers di area paddock.
Langkah ini mendapat dukungan penuh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Lokasi di depan Balai Kota Malang sengaja dipilih karena bertepatan dengan peringatan HUT Kota Malang ke-112. Area ikonik itu disulap sementara jadi sirkuit dengan pengamanan ketat.
Tim Tuan Rumah All Out, Persaingan Jawa Timur Memanas, sebagai tuan rumah, tim-tim lokal Malang tampil maksimal. King23 Racing Malang yang jadi kebanggaan Aremania menargetkan podium tertinggi di kandang sendiri. Mereka datang dengan motivasi tinggi usai tren positif di event nasional.
Di kelas Supermoto, SSBR Trans Racing Team Malang mematangkan spesifikasi mesin untuk kelas 180cc Open dan FFA. Peta persaingan regional Jawa Timur diprediksi sengit karena event ini terbuka untuk pembalap luar kota.
Agus Thole menambahkan, 2 seri ke depan akan berlanjut ke Kabupaten Malang dan Kota Batu. “Event ini beda dari sebelumnya. Tujuannya jelas: ngibarkan sayap bibit muda menuju Pomprov. Sirkuit Tugu jadi titik awal penjaringan atlet potensial,” tuturnya.
Dampak Ekonomi: Hotel Penuh, UMKM Kebanjiran, pantauan awak media di lapangan, antusiasme luar biasa. Mantan pembalap era 90-an Sayud dari tim Bangun Kita Garace mengapresiasi. “Malang dulu barometer balap motor Indonesia. Kami sambut baik Roadrace, Supermoto, Motorcross sebagai wadah positif bagi anak muda berbakat,” ujarnya.
Efek berganda langsung terasa. Afif Tim KWB Race dari Rabani Racing mantan pembalap bilang, event skala regional ke nasional punya multiplier effect besar. Tingkat hunian hotel naik, sektor kuliner di Jalan Kertanegara bergeliat, pelaku UMKM dapat manfaat langsung dari kunjungan wisatawan dan penonton.
“Masih suasana HUT Kota Malang ke-112. Program seribu event Pak Wali Kota jadi langkah strategis gerakkan ekonomi daerah. Roadrace Supermoto ini bagian pentingnya,” imbuh Afif.
Disokong Brand Besar, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas, event akbar ini disupport pabrikan dan brand otomotif: Yamaha, IRC Tire, Pikoli, RCB, MCR, hingga MF Racing. Proses penjaringan atlet berada di bawah koordinasi KONI Kota Malang. Balap motor kini sudah jadi cabor resmi di multi-event daerah hingga nasional.
Geberan mesin, sorak penonton, dan semangat kompetisi membuat Tugu Malang hidup lagi. Bagi Agus Thole, ini bukti Kota Malang terbuka dan ramah event besar. Tujuannya satu: matikan balap liar, lahirkan juara.
(Gih)








