Indonewsdaily.com, Kota Mojokerto – Kolaborasi dua OPD yakni Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Mojokerto mengelar Turnamen Ju-Jitsu Walikota Cup 2026 diserbu ratusan atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga mancanegara.
Dibuka oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari Turnamen Ju-Jitsu Wali Kota Mojokerto Cup 2026 di GOR Seni Majapahit, Jumat (24/7/2026). Kejuaraan yang berlangsung hingga Minggu (26/7/2026) ini merupakan kolaborasi Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto.
Sekretaris Daerah Kota Mojokerto sekaligus Ketua Panitia, Gaguk Tri Prasetya, mengatakan penyelenggaraan turnamen menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam mendukung pembinaan olahraga sekaligus memperingati Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108.
“Turnamen ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108 sekaligus sebagai implementasi One OPD One Event yang diinisiasi Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Mojokerto. Momentum ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi komitmen nyata pemerintah dalam mendukung pengembangan potensi atlet muda, mempererat silaturahmi antarpaguyuban maupun perguruan, serta mendorong sport tourism daerah,” ujar Gaguk.
Ia mengungkapkan antusiasme peserta pada penyelenggaraan perdana ini sangat tinggi. Sekitar 300 atlet mengikuti pertandingan mulai kategori usia dini, remaja, dewasa hingga umum.
Peserta berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Kota Mojokerto, Surabaya, Malang, Blitar, Kabupaten Mojokerto, Madiun, Trenggalek, Pasuruan, Blitar, Sidoarjo, Ngawi, Ponorogo, Kediri, dan Nganjuk dengan total 257 atlet. Selain itu terdapat 22 atlet dari Jawa Barat, satu atlet dari Daerah Istimewa Yogyakarta, empat atlet dari Papua Barat, serta atlet mancanegara dari Filipina dan Timor Leste.
“Informasi dari PBJI Kota Mojokerto, ada perwakilan atlet dari negara tetangga yakni Filipina dan Timor Leste. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi penyelenggaraan turnamen perdana ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mojokerto, Mochammad Hekamarta Fanani mengatakan keterlibatan Dinas Perhubungan dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program One OPD One Event yang digagas Pemerintah Kota Mojokerto.
Menurutnya, sinergi antarorganisasi perangkat daerah mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Kolaborasi ini membuktikan bahwa setiap OPD dapat berkontribusi menghadirkan event yang berdampak. Turnamen Ju-Jitsu Wali Kota Cup bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian daerah, memperkenalkan Kota Mojokerto kepada peserta dari berbagai wilayah, serta memperkuat citra Kota Mojokerto sebagai kota yang mampu menjadi tuan rumah event olahraga berskala nasional,” ujar Hekamarta.
Ia berharap Turnamen Ju-Jitsu Wali Kota Cup dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus berkembang dan mampu menarik lebih banyak atlet maupun wisatawan olahraga ke Kota Mojokerto.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengapresiasi seluruh atlet, pelatih, dan panitia yang telah menyukseskan kejuaraan. Menurutnya, turnamen ini menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus mengasah mental bertanding untuk melahirkan bibit-bibit atlet jujitsu yang mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
“Selamat kepada para juara. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Terus berlatih dan jadikan kejuaraan ini sebagai motivasi untuk meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang,” tutur Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.
Kejuaraan yang diikuti lebih dari 300 atlet dari 25 klub, mewakili 15 kabupaten/kota di tujuh provinsi di Indonesia, serta diikuti atlet mancanegara dari Filipina dan Timor Leste ini tidak hanya menjadi ajang penjaringan atlet berprestasi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Kami berharap Kota Mojokerto terus menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga. Selain meningkatkan prestasi atlet, kegiatan seperti ini juga menggerakkan sektor ekonomi melalui kunjungan atlet, pelatih, dan pendamping ke Kota Mojokerto,” tambah Ning Ita.
Turnamen Jujitsu Wali Kota Mojokerto Cup 2026 pun ditutup dengan penyerahan trofi, uang pembinaan kepada para juara, serta foto bersama sebagai penanda berakhirnya kejuaraan yang berlangsung sejak 24 Juli 2026.
Pada ajang tersebut, Jujitsu Bantar Angin (Jawa Timur) keluar sebagai Juara Umum I dengan raihan 15 medali emas. Posisi Juara Umum II diraih SFA Fighting (Kota Mojokerto) dengan 14 medali emas, sedangkan Dojo Wilwatikta (Kabupaten Mojokerto) menempati Juara Umum III dengan 4 medali emas.








