Universitas Brawijaya, Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Membangun Desa 2025

indonewsdaily.com, Malang – Universitas Brawijaya (UB) menggelar pembukaan acara Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 2025, acara ini berlokasi di Gedung Samantha Krida.(26/6/2025).

Dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, H. Yandri Susanto., S.Pt., M.Pd., serta Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc.

Materi acara pertama disampaikan oleh Tim Panitia MMD UB, yang memberikan pembekalan kepada mahasiswa tentang MMD. Materi kedua disampaikan oleh Tanoto Foundation, yang membahas tentang leadership dan pemberdayaan komunitas.

Diawali dengan laporan ketua pelaksana MMD 2025, yang menyampaikan kegiatan MMD kepada Menteri dan Rektor. Selanjutnya, Rektor UB Widodo yang diwakili oleh Wakil Rektor V UB Prof. Dr. Unti Ludigdo S.E., MSi., AK. memberikan sambutan dan menyampaikan pentingnya terkait kegiatan MMD dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa.

“Iya dalam acara pembekalan dan pelepasan mahasiswa membangun desa Universitas Brawijaya saya berharap kita mengusung tema penguatan peran mahasiswa dalam mewujudkan masyarakat sejahtera yang inklusif serta berkelanjutan melalui kolaborasi dan partisipasi aktif, dan ini merupakan manifestasi nyata dari Komitmen dalam menjadikan perguruan ini sebagai pusat ilmu, pengabdian, dan pembentukan karakter bangsa. selain itu juga sebagau Inspirator di desa, khususnya pada para generasi ini, generasi muda ini di desa nanti,” ucapnya.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), adalah inisiatif strategis untuk memajukan desa-desa di Indonesia. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, mengembangkan potensi desa, dan mengurangi kesenjangan antara desa dan kota. 

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, H. Yandri Susanto., S.Pt., M.Pd., desak pembangunan Indonesia dari Desa

“Bangun Indonesia dari desa, desa terdepan untuk Indonesia, sehingga Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sekarang adalah fokus kepada pengembangan desa khususnya daerah yang minus, kenapa kami lakukan itu Bapak-Ibu dan para mahasiswa yang sangat saya banggakan? Karena posisi desa sangat menentukan kuat atau tidaknya sebuah bangsa,” ucapnya

Selanjutnya Yandri Susanto., S.Pt., M.Pd. memaparkan programnya .Berikut adalah 12 rencana aksi Kemendes PDTT:

1. Revitalisasi BUM Desa dan BUM Desa Bersama: Meningkatkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) sebagai penggerak ekonomi desa. 

2. Program Makan Bergizi Gratis: Memastikan ketersediaan makanan bergizi bagi masyarakat desa, terutama anak-anak dan ibu hamil. 

3. Swasembada Pangan Desa: Meningkatkan produksi pangan lokal untuk mencapai kemandirian pangan di tingkat desa. 

4. Swasembada Energi: Memastikan ketersediaan energi yang terjangkau dan berkelanjutan di desa, termasuk energi terbarukan. 

5. Swasembada Air: Meningkatkan akses air bersih dan sanitasi yang layak bagi masyarakat desa. 

6. Hilirisasi Produk Unggulan Desa: Mengembangkan produk unggulan desa dan meningkatkan nilai tambahnya melalui hilirisasi. 

7. Pengembangan Desa Ekspor: Mendorong desa untuk memasarkan produk unggulannya ke pasar internasional. 

8. Pemuda dan Pemudi Pelopor Desa: Memberdayakan pemuda desa sebagai agen perubahan dan penggerak pembangunan desa. 

9. Konsolidasi Program Kementerian/Lembaga Masuk Desa: Meningkatkan koordinasi antar kementerian/lembaga dalam pelaksanaan program di desa. 

10. Digitalisasi Desa dan Desa Wisata: Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memajukan desa, termasuk pengembangan desa wisata. 

11. Penguatan Pengawasan Penggunaan Dana Desa: Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa. 

12. Desa Berketahanan Iklim dan Pengembangan Desa Tangguh Bencana: Meningkatkan kesadaran dan kemampuan desa dalam menghadapi perubahan iklim dan bencana alam. 

Penerapan 12 program ini diharapkan dapat mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing, serta berkontribusi pada pembangunan Indonesia secara keseluruhan. 

Acara ditutup dengan pertukaran cinderamata, pemberian vandel, dan foto bersama oleh humas. Menteri, Rektor, serta mahasiswa MMD sebagai kenang-kenangan. acara ditutup dilanjutkan dengan ramah tamah. (win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *