Libatkan Anak, Perempuan, Disabilitas hingga Lansia, Pemkot Malang Perkuat Musrenbang Tematik RKPD 2027

indonewsdaily.com, Malang – Pemerintah Kota Malang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik yang melibatkan kelompok anak, perempuan, penyandang disabilitas, lanjut usia dan pemuda, sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Perencanaan Pembangunan melalui Musrenbang Tematik dalam rangka Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan” tersebut dilaksanakan di Ijen Suites Resort & Convention, Kota Malang, Kamis (12/2/2026).

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa pendekatan tematik dalam musrenbang dilakukan untuk memastikan perencanaan pembangunan tidak hanya bersifat administratif, namun juga partisipatif dan berpihak pada seluruh lapisan masyarakat.

“Kehadiran berbagai kelompok ini menjadi wujud kolaborasi dalam mewujudkan Kota Malang yang inklusif dan ramah bagi semua,” ujarnya.

Menurut Wahyu, pelibatan pemuda, perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, serta lanjut usia menjadi kekuatan utama dalam merumuskan arah pembangunan Kota Malang tahun 2027. Pemerintah Kota Malang membuka ruang aspirasi masyarakat secara berjenjang, mulai dari tingkat RT dan RW hingga kelurahan dan kecamatan.

Ia mengungkapkan, aspirasi dari kelompok lanjut usia menjadi salah satu yang paling banyak disampaikan dalam forum Musrenbang tematik tersebut.

Kondisi ini dinilai menunjukkan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

Wahyu juga menyampaikan bahwa pada tahun 2025 Kota Malang berhasil meraih penghargaan pembangunan daerah terbaik tingkat Provinsi Jawa Timur serta masuk dalam jajaran daerah terbaik di tingkat nasional.

Capaian tersebut, menurutnya, menjadi motivasi untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor serta menjaga keberlanjutan program pembangunan.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan nasional.

Menurut Arumi, pelibatan perempuan melalui Tim Penggerak PKK merupakan kekuatan sosial yang telah terbangun selama puluhan tahun, serta didukung oleh kebijakan dan pendanaan pemerintah, baik melalui APBD maupun APBN.

Ia menjelaskan, visi gerakan PKK tahun 2025–2026 adalah mewujudkan keluarga yang berdaya dan sejahtera untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Fokus tersebut diwujudkan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan keluarga, serta pembangunan masyarakat yang inklusif.

Musrenbang tematik ini menjadi bagian penting dari tahapan penyusunan RKPD Kota Malang Tahun 2027 yang menekankan prinsip keadilan sosial, keberpihakan dan keberlanjutan pembangunan.

Pemerintah Kota Malang berharap seluruh aspirasi yang dihimpun dapat terakomodasi dalam kebijakan daerah, tidak hanya pada sektor infrastruktur, tetapi juga pada aspek sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kota Malang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif dan berbasis pada kebutuhan riil masyarakat.(win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *