indonewsdaily.com, Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan revitalisasi Alun-Alun Kota Malang telah rampung dan siap diresmikan pada 27 atau 28 Januari 2026. Seluruh pekerjaan fisik dinyatakan selesai dan saat ini tinggal memasuki tahap akhir persiapan peresmian.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Ia menyebut, alun-alun kini telah siap dimanfaatkan sebagai ruang publik yang nyaman, aman dan representatif bagi warga.
“Antara tanggal 27 atau 28 Januari akan kita resmikan. Penataan sudah selesai, termasuk air mancur dan berbagai fasilitas pendukung. Ini kami persembahkan untuk warga Kota Malang,” ujar Wahyu.
Wahyu menjelaskan, revitalisasi Alun-Alun Kota Malang merupakan bagian dari program penataan kawasan terpadu berbasis sejarah dan ekonomi kreatif.
Kawasan yang masuk dalam skema tersebut meliputi Alun-Alun Kota Malang, kawasan heritage, Pasar Splendid, Pasar Jengkol, Balai Kota, Taman Rekreasi Kota (Tarekom), hingga Pendopo Kabupaten Malang.
Menurutnya, konsep penataan kawasan bertujuan mengintegrasikan fungsi ruang publik, pelestarian nilai sejarah, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemkot juga telah menyiapkan pengaturan lalu lintas, parkir, serta penataan pedagang kaki lima (PKL) agar kawasan lebih tertib dan nyaman.
“Ini kawasan yang memiliki nilai historis tinggi. Aktivitas ekonomi tetap berjalan, tapi harus tertib. PKL tidak digusur, melainkan ditata dan disiapkan tempat yang layak,” tegasnya.
Sejumlah titik akan menjadi fokus penataan lanjutan, di antaranya kawasan belakang sekolah Yayasan Kristen, Pasar Burung, Pasar Bunga, serta bangunan peninggalan era Belanda yang masuk kategori cagar budaya.
Wahyu memastikan, seluruh bangunan heritage tersebut tidak akan dibongkar, melainkan dirawat dan diintegrasikan dalam konsep kawasan kreatif.
“Bangunan peninggalan Belanda itu justru akan kita jaga. Nilai sejarahnya kuat dan menjadi identitas kawasan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, proses penataan dilakukan secara bertahap dan partisipatif dengan melibatkan masyarakat, pengelola kawasan, yayasan pendidikan serta perguruan tinggi dalam penyusunan konsep hingga pelaksanaannya.
Ke depan, pembahasan teknis penataan kawasan akan dilanjutkan hingga tingkat kampung dan lingkungan sekitar, termasuk pengaturan aktivitas ekonomi serta pemanfaatan ruang publik.
Dengan diresmikannya Alun-Alun Kota Malang akhir Januari mendatang, Pemkot berharap kawasan pusat kota ini menjadi ruang publik unggulan yang bersejarah, representatif, serta mampu mendorong geliat sosial dan pariwisata di Kota Malang.(yun)








