Indonewsdaily.com, Kota Malang – Dikawasan Kota Malang masih banyak bangunan bangunan peninggalan Belanda yang masuk cagar budaya . Salah satunya bangunan Villa Bella Vista yang terletak di Jalan Gajahmada no 1 atau selatan persis Gedung DPRD Kota Malang.
Bangunan Villa Bella Vesta merupakan master plat / contoh bangunan perunahan di masa Belanda dan dibangun semenjak tahun 1915 sampai 1920 . Hingga kini sudah berusia 122 tahun dan tampak berdiri kokoh sampai sekarang.
Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, Agung Buana menceritakan, sejak awal berdiri bangunan tersebut difungsikan sebagai tempat peristirahatan atau rumah vila yang menghadap ke Sungai Brantas.
“Vila Bella Vista ini adalah bangunan rumah peninggalan Belanda yang telah berdiri sebelum adanya gedung Balai, tepatnya sekitar tahun 1920-1925 silam dan kini terlihat telah terbengkalai tanpa perawatan, ternyata memiliki sejarah panjang sejak pertama kali berdiri.” ujar Agung pada awak media melalui sambungan telpon, Minggu (13/3) siang.
Dijelaskan Agung , bangunan Villa Bella Vista ini merupakan konsep master plant perumahan2 yang ada di Kota Malang pada masa Belanda.
“Sungai Brantas kalau dilihat dari Bella-Vista itu lebih tinggi dan pemandangannya lebih bagus kalau menghadap ke arah selatan. Jadi memang rumah di pinggir sungai Brantas,” imbuhnya .
Perencanaan tersebut disebut Bouwplan I (Rencana Pengembangan Kota Malang I) dengan luas areal 12.939 meter persegi dengan dikenal pada masa itu adalah Oranjebuurt (Daerah Oranye).
Daerah Oranjebuurt tersebut memakai nama-nama jalan dengan nama anggota keluarga kerajaan Belanda. Seperti Wilhelmina Straat (sekarang Jl Dr Cipto), Juliana Straat (sekarang Jl RA Kartini), Emma Straat (sekarang Jl dr Sutomo), Willem Straat (sekarang Jl Diponegoro), Maurits Straat (sekarang Jl MH Thamrin) dan Sophia Straat (sekarang Jl Cokroaminoto).
“Dugaan kami, mungkin proses pembangunan (Bouwplan I) itu perlu ada model. Rumah Bella-Vista itu adalah salah satu rumah contoh, sehingga seperti pembangunan rumah di Jl RA Kartini (sebelumnya Juliana Straat) contohnya adalah Bella-Vista,” ungkapnya.
Sebagai rumah percontohan untuk desain Bouwplan I, kata Agung, belum tentu rumah tua Bella-Vista ini menjadi rumah pertama dengan arsitektur asli Belanda.
Sebab, dijelaskan Agung, sebelum ada Bella-Vista, rumah Belanda pertama yang berada di Kota Malang bertempat di kawasan Jalan Juanda, Martadinata hingga Kebalen atau biasa disebut wilayah Kota Lama.
Karena dalam sejarah penjajahan Belanda ke Indonesia, khususnya di Kota Malang, lahirnya Bouwplan I hingga seterusnya yang memunculkan kelompok-kelompok atau komplek perumahan Belanda di Kota Malang.
“Di depan Bella-Vista agak ke timur itu ada hotel Belanda depannya Aloha (Hotel) itu memanjang hingga ke bekas Rumah Makan Inggil. Dua komplek kiri dan kanan inggil itu Hotel Belanda,” pungkasnya.














