Indonewsdaily.com, Malang – Maksud hati ingin menikmati liburan bersama 2 rekannya di tahun baru dan sekaligus belajar berenang di Embung Cempaka yang terletak di Dusun Krajan Desa Sumberpasir Kecamatan Pakis, namun malah tenggelam dan nyaris kehilangan nyawa.
Nasib ini menimpa Eka Ahmad Wahyudi, 14, Sabtu (1/1) siang lalu. Pelajar asal Perum Drich Garden jalan KH Malik Dalam Kelurahan/Kecamatan Kedungkandang ini, nyaris tewas tenggelam di Embung Cempaka.
Beruntung ketika tenggelam, Eka segera diselamatkan oleh pengunjung yang melihat. Kemudian ia bawa ke Puskesmas Pakis sebelum dirujuk ke RSSA Malang karena kondisinya sempat memburuk. Setelah mendapat perawatan, kondisi korban sudah mulai membaik.
“Korban masih dalam perawatan di rumah sakit. Tetapi kondisinya sudah membaik dan korban juga sudah sadar,” ujar Kapolsek Pakis AKP Moch. Lutfi.
Ceritanya, Sabtu siang sekitar pukul 12.00 WIB, korban bersama dua temannya yakni Alfin Surya Maulana dan Ahmad Febrianto datang ke tempat objek wisata Embung Cempaka. Tujuan mereka untuk belajar berenang. Setiba di lokasi mereka langsung ganti baju, selanjutnya bermain air.
Sekitar 30 menit kemudian, korban melihat Alfin temannya mau tenggelam. Seketika korban langsung berniat menolong. Padahal dia sendiri tidak bisa berenang. Temannya Alfin berhasil ke tepian, sedangkan korban malah tenggelam.
“Sewaktu korban tenggelam dua temannya berteriak minta tolong. Suami saya yang melihat bersama tiga pengunjung lain langsung menyelam dan mengangkat tubuh korban,” ucap Yuli Agustin salah satu pengunjung.
“Begitu di bawa ke tepi, dikira korban sudah meninggal. Kemudian ketika dadanya beberapa kali ditekan, akhirnya bernafas lagi dan dari mulutnya keluar air campur darah.” imbuhnya.
Setelah tersadar, korban lalu dilarikan ke Puskesmas Pakis. Tetapi lantaran kondisinya memburuk, korban dirujuk ke RSSA Malang. Petugas Polsek Pakis yang mendapat laporan segera datang ke lokasi untuk olah TKP sekaligus mencari keterangan saksi.
Tenggelamnya korban ini, juga langsung menjadi perbincangan di salah satu grup komunitas Facebook. Kejadian itu juga mendapat tanggapan dari banyak netizen. “Mungkin nggak bisa berenang. Hanya bannya saja yang terlihat. Anaknya sudah di dasar embung. Ada yang tahu dan menyelam sampai menemukan korban. Sempat dikira meninggal tapi ternyata saat dipompa dadanya keluar air,” komen salah satu netizen.
Saat tubuh korban dimiringkan, keluar darah dari mulutnya. “Mungkin paru-parunya sudah kemasukan air,” lanjut netizen bernama Dewi.
“Semoga ada pembelajaran dari kejadian ini, harus ada penjaga di kolam dewasa. Karena sudah ada kejadian, cempaka kolam tujuan wisata yang terkenal dan murah meriah tapi harus diimbangi dengan keselamatan pengunjung,” tutupnya.














