Dispangtan, Pelatihan Urban Farming Tahun 2026

indonewsdaily.com, Malang- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang melaksanakan Pelatihan Urban Farming, berlagsung di The Shalimar Boutique Hotel Malang Jl. Cerme No.16, Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, (31/8/2026).

Acara ini di hadiri oleh Peserta berjumlah: 70 orang terdiri dari usulan Musrenbang Kelurahan: Wonokoyo, Tunggulwulung, Kebonsari, Kasin, Puwodadi, usulan Pokir: Polowijen, usulan Musrenbang Tematik: Pepabri

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan Hariyadi, S.P. mengatakan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk terus meningkat setiap tahunnya saat ini kota Malang memiliki jumlah penduduk terpadat di wilayah Jawa Timur yang berjumlah 891.859 jiwa. kondisi ini memaksa peningkatan jumlah pemukiman di kota Malang juga semakin tinggi.

“Kota Malang yang memiliki pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi akan diikuti dengan meningkatnya kebutuhan lahan untuk permukiman, kondisi ini menyebabkan permukiman yang cukup padat yang menyebabkan lahan pekarangan yang semakin sempit, menyempitnya lahan pekarangan dapat menyulitkan masyarakat ketika ingin membudidayakan tanaman sayur yang cenderung memerlukan lahan yang cukup luas dan menanamnya di lahan pekarangan secara langsung. namun, buah dan sayuran termasuk dalam kelompok pangan yang dikonsumsi di bawah anjuran berdasarkan anjuran dari widyakarya nasional pangan dan gizi,” ucapnya.

“Sedangkan, buah dan sayur merupakan sumber utama gizi mikro (vitamin dan mineral) yang berfungsi sebagai zat pengatur dalam tubuh, dari hasil analisis pola konsumsi pangan kota Malang tahun 2026, pada kelompok pangan sayur dan buah, standar berat pangan yang seharusnya 242,0 gram/kapita/hari, sedangkan berat pangan aktual menunjukkan angka 165,5 gram/kapita/hari,” tambahnya.

Rendahnya tingkat konsumsi ini dapat disebabkan karena keterbatasan lahan pekarangan untuk menanam tanaman buah dan sayur.

solusi yang dapat dilakukan untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah melalui sistem budidaya tanaman secara urban farming.

Dalam rangka menambah pengetahuan dan wawasan peserta dan untuk meningkatkan motivasi masyarakat kota Malang untuk memanfaatkan lahan pekarangan sehingga urban farming tidak hanya dilakukan dengan menanam tanaman yang sering dikonsumsi, akan tetapi juga dapat dipadukan dengan membudidayakan berbagai macam ternak seperti ikan, ayam dan lainnya.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kota Malang menyelenggarakan pelatihan urban farming dengan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya. diharapkan melalui pelatihan ini, semakin lebih memotivasi masyarakat kota Malang untuk mandiri pangan.

Peserta Pelatihan Urban Farming adalah
musrenbang tematik lansia (Pepabri): 10 orang
musrenbang kelurahan: 50 orang
Kelurahan Tunggulwulung, Purwodadi, Kebonsari, Kasin, Wonokoyo

Pokir (usulan ibu Amitya R. Polowijen): 10 orang
total: 70 orang

Bantuan yang diserahkan kepada masyarakat (1 kelompok):
1 unit greenhouse ukuran 3 x 4 meter
Benih sawi daging: 90 sachet
Benih kangkung: 70 sachet
Benih bayam hijau: 60 sachet
Polybag: 80 sachet
Pupuk kandang: 350 kg
Benih lombok kecil: 70 sachet
Sekam: 150 kg
Cangkul: 10 buah

Hand sprayer elektrik tipe gendong: 4 buah
bantuan yang diserahkan kepada masyarakat (7 kelompok):
7 unit greenhouse ukuran 3 x 4 meter
Benih sawi daging: 630 sachet
Benih kangkung: 490 sachet
Benih bayam hijau: 420 sachet
Polybag: 560 kg
Pupuk kandang: 2.450 kg (2 ton 450 kg)
Benih lombok kecil: 490 sachet
Sekam: 1.050 kg (1 ton 50 kg)
Cangkul: 70 buah
Hand sprayer elektrik tipe gendong: 28 buah. (win).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed