indonewsdaily.com, Malang- Dalam rangka Sosialisasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis 2024 (KLHS) hari Rabu, (9/10/2024) di ruang rapat Hotel Santika jalan Letjen Sutoyo no 79 Kota Malang.
Dalam acara ini dihadiri dan juga sebagai nara sumber yakni Sekretaris DLH kota Malang Soni Bachtiar, S.E., M.M.,Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup, Tri Santoso, S.Si, M.AP, M.IDS, Dr Lutfi Muta’ali. S.Si.MSP, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dari pembahasan materi DLH Kota Malang yang disampaikan oleh Sekretaris DLH kota Malang Soni Bactiar, S.E., M.M. mengatakan bahwa Kota Malang akan mewakili Indonesia sebagai kota kreatif di UNISCO selain pembahasan terkait pengelolaan sampah yang ada di Kota Malang.
“Masalah sampah yang ada di Malang mencapai 778 ton perhari, ini luar biasa, kami menginginkan agar bantuan dari bank dunia yakni Proyek Peningkatan Penyediaan Layanan Daerah Indonesia (selanjutnya disebut “LSDP” atau Proyek) adalah proyek Pemerintah Indonesia yang didukung oleh Bank Dunia melalui Hibah Berbasis Kinerja (PBG) untuk meningkatkan penyediaan layanan Pengelolaan Sampah (Solid Waste Management). dengan LSDP ini maka timbunan sampah bisa teratasi dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Seperti di TPA Supit Urang, kompos produktifitasnya, selain kader lingkungan hidup bisa menjadikan pundi pundi rupiah dari sampah,” ungkapnya.
Disinggung terkait sampah yang ada di TPA Supit Urang Ia menjelaskan sampah di sana adalah sortiran paling rendah setelah disortir di TP3S.
“Target PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita adalah dari sampah sebesar 20 milyar, terkait prasarana pengelolaan sampah terbaru ada di TP3S Merjosari, sedangkan untuk pengadaan prasarana armada, bagaimana caranya mengajukan prasarana tersebut, pengadaan ini adalah kewenangan OPD dan bukan dari DLH,” katanya.
Untuk itu Soni mengatakan ini adalah peran serta kita semua untuk menciptakannya serta mewujudkan aspirasi bersama.
“Seperti dengan tagline DLH yakni “Kuthone Resik Rejekine Apik”, dengan Acara ini bertujuan untuk mengakomodir apa saja yang perlu di sampaikan dalam acara Sosialisasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis 2024 (KLHS) agar nanti bisa sebagai kajian kita bersama kedepannya,” ucapnya
Sedangkan dari Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup, Tri Santoso, S.Si, M.AP, M.IDS, membahas tentang kebijakan pengelolaan lingkungan.
Sebelumnya Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Malang Tri Santoso yang memaparkan terkait dengan Kajian Lingkungan Hidup Strategis yang didalamnya sebagai pembangunan lingkungan.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup, Tri Santoso, S.Si, M.AP, M.IDS, membahas tentang kebijakan pengelolaan lingkungan.
“KLHS ini merupakan kegiatan kami adalah sosialisasi tentang kajian lingkungan hidup strategis untuk Kota Malang tahun 2024, ini merupakan salah satu metode atau media informasi kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan dan juga kinerja dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang kepada publik, sekaligus meminta partisipasi dari masyarakat untuk menyampaikan saran masukan dalam rangka untuk melaksanakan pembangunan terutama wawasan pembangunan lingkungan,” terangnya ( 09/10/2024).
Menurutnya, pembangunan wawasan lingkungan terpenting bahwa pada saat pelaksanaan pembangunan itu tidak didasarkan dari persoalan atau pertimbangan bagaimana daya dukungnya, bagaimana daya tampungnya terhadap limbah sampah dan seluruhnya pencemaran itu, maka itu nanti akan kembali lagi berbalik dan bersifat merugikan serta bersifat akan mengurangi hasil capaian yang sudah ada.
“Walaupun nilainya secara ekonomis, nampaknya memang sudah dalam level tertentu cukup tinggi, misalnya itu nanti tentu harus masih mempertimbangkan aspek pengurangannya. Pengurangannya itu apa, misalnya kerusakan lingkungan, pencemaran, salah satunya hilangnya keanekaragaman hayati,” jelasnya.
Sedangkan narasumber Dr Lutfi Muta’ali. S.Si.MSP, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), memberikan materi terkait KLHS. (win)














