Indonewsdaily.com, Mojokerto — Dinas PUPR Perkim Kota Mojokerto mulai mempercepat proses perencanaan kegiatan. Hal itu, lantaran sudah turunnya SE Mendagri nomer 900/833/SJ tentang penyesuaian pendapatan dan efesiensi belanja daerah dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2025.
Turunnya SE itu menjadi bahan bakar untuk DPUPR untuk tancap gas, setelah sebelumnya sempat terhenti adanya efesiensi
“Setelah SE dari Mendagri turun,
PUPR siap tancap gas untuk proses perencanaan kegiatan tahun ini,” kata Kepala DPUPR Perkim Kota Mojokerto, Muraji, Selasa (11/3/2025).
Lebih lanjut mantan Kabag PBJ ini menambahkan ia menargetkan jika pada bulan April semua produk perencanaan sudah selesai sehingga bisa segera berjalan.
“Kita sudah membuat schedul pada April semua produk perencanaan akan selesai,” tegasnya.
Muraji menjelaskan di dinas PUPR pada tahun ini ada 33 paket pengerjaan dengan rincian pada bidang penataan ruang , bangunan, bina kontruksi ada 14 paket, pada bidang bina marga ada 13 paket, pada bidang sumber daya air ada 3 paket dan bidang perumahan kawasan pemukiman 3 paket.
“Semua paket itu akan selesai perencanaan kegiatan fisik tuntas pada April,” pungkasnya.
Untuk informasi pada tahun ini, Pemkot Mojokerto telah mencanangkan proyek strategis 2025 ditetapkan dalam SK Wali Kota Mojokerto nomor 100.3.3.3/366/ 417.101.3/2024 tentang Penetapan 10 Proyek Strategis Kota Mojokerto Tahun 2025.
Tiga proyek strategis tahun ini melanjutkan pembangunan 2024. Yaitu melanjutkan pembangunan gedung Gayatri di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, pembangunan prasarana Gelora A Yani, serta pembangunan landscape Kantor Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Sedangkan 7 lainnya merupakan proyek baru.
Satu, rehab rawat inap RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo menyesuaikan kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dari BPJS Kesehatan. Dua, pembangunan gedung Baznas dan Forum CSR Kota Mojokerto, tiga Tempat Pembuangan Sampah Reduce Reuse dan Recycle (TPS 3R) di Wates (Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Empat, pembangunan masjid di gedung bekas kantor DPRD Kota Mojokerto, Jalan Gajah Mada. Masjid ini bakal menggantikan musala di kantor Pemkot Mojokerto.
Sedangkan 3 proyek strategis lainnya, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Mojokerto melalui pembangunan prasarana sekolah. Yaitu pembangunan ruang kelas SMPN 4, serta rehab ruang kelas di 2 SDN. Yaitu rehabilitasi untuk ruang kelas di SDN Miji 3 dan SDN Wates 6.








