Fenomena Jelang Lebaran, Tradisi atau Keharusan??

Penulis : Surya Megawati, Direktur Utama PT Indo Mega Pertama Media

Indonewsdaily.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pasti sudah tidak asing dengan kebiasaan mudik, bagi-bagi THR dan baju baru. Hal tersebut tentu menyenangkan, apalagi momen berkumpul dengan keluarga besar hanya terjadi di hari raya. Namun, apakah kebiasaan tersebut harus tetap dilakukan dimasa pandemi seperti saat ini??

Sebagian masyarakat beranggapan jika belum lebaran kalo belum mudik, belum lebaran kalo belum pakai baju baru, belum lebaran kalau orang tua belum bagi-bagi uang ke anak kecil. Padahal sebenarnya makna utama di hari raya Idul Fitri ini adalah kembali fitrah atau suci dan menjadi manusia yang lebih bertaqwa.

Lalu bagaimana mudik, baju baru dan THR bisa menjadi tradisi yang wajib menjelang lebaran?

Mudik sudah ada sejak jaman dahulu bahkan di masa kerajaan Majapahit, namun mulai terkenal di Indonesia sejak tahun 1970 dan menjadi fenomena menjelang lebaran bagi para perantau untuk pulang ke kampung halaman.

Sedangkan untuk baju baru, banyak orang beranggapan kembali fitrah dikaitkan dengan semuanya serba baru. Apalagi di momen ini akan bertemu dengan banyak orang untuk melakukan tradisi halal bihalal. Sehingga wajar jika masyarakat ingin memakai baju. Namun kebiasaan tersebut ternyata juga berdampak negatif karena membuat masyarakat harus memaksakan diri untuk membeli baju baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *