Indonewsdaily.com, Malang – Universitas Islam Malang (Unisma) berupaya ikut menanggulangi terorisme bersama Al-Azhar University Mesir. Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Mesir dihadirkan untuk memperkuat program penanggulangan tersebut. Sekaligus memperluas bidang kerjasama dengan kampus-kampus terkemuka di negri Piramida ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Unisma Prof Drs Junaidi PhD, saat membuka kuliah umum yang menghadirkan Dubes Mesir. Kampus ini saat ini memang telah mengembangkan program internasionalisasi, salah satunya dengan penjajakan dengan Al Azhar University.
“Terutama dalam penanggulangan teroris, yang saat ini tinggal penandatanganan saja,” ungkap Prof Junaidi, Jum’at (20/6/2025).
Kuliah Umum ini sendiri bertajuk “Peluang Kerjasama antara Universitas Islam Malang (Unisma) dan Mitra Strategis di Mesir untuk Peningkatan Daya Saing Global Mahasiswa”.
Rektor Unisma ini menyampaikan pula, jika Kampus Hijaunya ini lagi menapaki Milestone Internasional World Class University. Maka Perguruan Tinggi ini banyak mewujudkan program pertukaran mahasiswa antar negara. Termasuk pertukaran dosen, yang bekerjasama dengan kampus dari berbagai belahan dunia.
“Dengan Mesir sendiri pihak Unisma belum terjalin kerjasama resmi. Namun mahasiswa dari Mesir sudah banyak yang berkuliah di kampus kami,” ucap Prof Junaidi.
Ia pun berharap, mudah-mudahan dengan kehadiran Duta Besar Mesir ini, mahasiswa asing dari negara ini dapat lebih banyak lagi menimba ilmu di Unisma. Termasuk lebih banyak lagi kerjasama dengan berbagai kampus di Mesir.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Mesir Dr HC Lutfi Rauf MA mengingatkan, Mesir merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaaan Indonesia. Bahkan media Mesir secara terus menerus menyiarkan perjuangan dan satu tahun kemerdekaan republik Indonesia.
“Hubungan strategis juga telah dilakukan Presiden Prabowo akhir 2024 kemarin,” ucap Luti Rauf.
Kerjasama bilateral antara Mesir dan Indonesia diantaranya di bidang pertahanan dan pendidikan. Guna menindaklanjuti kerjasama dengan menjalin MoU dengan berbagai kampus di Mesir, terutama Al-Azar University.
“Kiblat beribadah di Ka’bah, namun kiblat menuntut ilmu itu ada di Al-Azhar Mesir,” kata Dubes ini.
Ia mengakui, di kampus Al-Azhar ini terbuka untuk pendidikan yang tidak hanya ilmu Islam saja. Namun terdapat potensi keilmuaan mengenai kedokteran, hukum dan Farmasi.
Ini merupakan peluang bagi kampus-kampus di Indonesia untuk bekerjasama dengan universitas-universitas di Mesir. Terdapat berbagai pilihan kampus besar yang ada di Mesir, seperti Cairo University, Suez Canal University, dan Institute of Arabic Research and Studies.(die)








