indonewsdaily.com, Malang– Kecamatan Lowokwaru menggelar kegiatan “Merangkai Potensi Anak, Perempuan, Lansia, dan Penyandang Disabilitas” di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Minggu (10/5/2026). Kegiatan bertema “Harmoni Kreativitas Tanpa Batas Menuju Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas” itu menjadi wadah apresiasi sekaligus penguatan potensi masyarakat lintas usia dan kelompok.
Acara dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Ketua Komisi A DPRD Kota Malang Lelly Thresiyawati, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang Djoko Prihati, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito, jajaran Forkopimcam, lurah se-Kecamatan Lowokwaru, TP PKK, tokoh masyarakat, hingga pelaku UMKM.
Camat Lowokwaru, Drs. Rudi Cahyono Catur Utomo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk mempertemukan semangat kreativitas, seni, sportivitas, dan pemberdayaan masyarakat dari 12 kelurahan di Kecamatan Lowokwaru.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang apresiasi bagi anak, perempuan, lansia, penyandang disabilitas, sekaligus pelaku UMKM agar potensi yang dimiliki dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk komitmen Kecamatan Lowokwaru dalam membangun kebersamaan dan memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu merangkul berbagai elemen masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan positif.
“Ini kegiatan rutin yang sangat baik karena merangkul UMKM, anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas. Saya yakin mereka memiliki kemampuan dan potensi luar biasa yang harus terus kita dukung bersama,” kata Wahyu.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Malang, khususnya dalam mewujudkan visi Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Selain menampilkan produk UMKM dari berbagai kelurahan, kegiatan juga diramaikan dengan permainan tradisional, olahraga bersama, hingga pertunjukan kreativitas masyarakat. Menurut Wahyu, pelestarian permainan tradisional penting dilakukan agar generasi muda tidak bergantung sepenuhnya pada gadget.
“Kami ingin permainan tradisional tetap hidup sebagai bagian dari kearifan lokal Kota Malang,” ujarnya.
Wahyu juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Sosial akan terus memberikan pembinaan kepada penyandang disabilitas, anak, perempuan, dan lansia, baik melalui pelatihan keterampilan maupun dukungan sarana dan prasarana.
“Kami ingin mereka bisa menunjukkan kemampuan dan keahliannya. Pemerintah hadir untuk memberikan pembinaan dan dukungan agar mereka dapat berkembang dan tidak kalah dengan yang lain,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus digelar di berbagai kecamatan dengan tema berbeda, sehingga seluruh komunitas masyarakat dapat memperoleh ruang untuk berkembang dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan Kota Malang.(yun)














