Indonewsdaily, Malang – Deputi Pengawasan Kementerian Haji Dr Harun Al Rasyid telah memberikan pemaparan kepada para peserta Retret Pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang 2025, dengan tema Superioritas, Integritas, dan Kepemimpinan, pada Sabtu (13/9), di Kampus Politeknik Angkatan Darad (Poltekad) Jalan Raya Anggrek, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Dengan gaya lugasnya, Harun Al Rasyid dalam memberikan pemaparannya langsung menyoroti fenomena yang tengah hangat diperbincangkan publik, salah satunya darurat korupsi di Indonesia.
“Negeri ini sedang menghadapi kondisi darurat korupsi. Sehingga harus adanya refleksi diri menjadi kunci penting bagi para pemimpin, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, agar tidak terjerumus dalam lingkaran korupsi yang kini telah merambah berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Harun.
Kita kritisi, kata dia, bahwa kondisi penegakan hukum di Indonesia yang masih tajam ke bawah, tumpul ke atas atau ketidakadilan dalam penegakan hukum di negeri ini. Sedangkan fenomena tersebut, telah melahirkan praktik hukum yang amburadul dan terkesan acak-acakan. Karena keberadaan mafia peradilan semakin memperparah kerusakan sistem hukum sekaligus menggerogoti sendi-sendi demokrasi bangs akita. Korupsi bukan sekadar merugikan negara secara materi, tetapi juga melemahkan integritas, kinerja, bahkan merusak mentalitas seorang abdi negara.














