indonewsdaily.com, Malang – BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang terus memperluas perannya dalam mencetak generasi pengusaha baru.
Tak lagi sekadar menjadi organisasi para pelaku usaha, HIPMI kini aktif membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mengakselerasi lahirnya startup yang mampu bersaing di dunia bisnis.
Langkah tersebut diwujudkan melalui sinergi dengan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Asia Malang dalam penyelenggaraan Business Innovation & Entrepreneur Expo 2026.
Program yang berlangsung sepanjang Juli 2026 itu menjadi wadah bagi mahasiswa mengembangkan ide bisnis menjadi usaha yang siap memasuki pasar.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, mengatakan tantangan terbesar bagi calon pengusaha muda bukan sekadar menemukan ide, melainkan mengubah ide tersebut menjadi bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan mampu bertahan.
Karena itu, HIPMI hadir untuk memberikan akses yang selama ini sulit dijangkau mahasiswa, mulai dari mentor bisnis, jaringan pengusaha, hingga peluang investasi.
“Potensi anak muda di Malang sangat besar. Yang mereka butuhkan adalah ruang untuk bertumbuh dan akses terhadap ekosistem bisnis. HIPMI ingin menjadi penghubung antara inovasi yang lahir di kampus dengan kebutuhan dunia usaha sehingga ide-ide tersebut tidak berhenti sebagai konsep, tetapi berkembang menjadi perusahaan yang mampu menciptakan lapangan kerja,” ujar Hendi.
Menurutnya, membangun startup tidak cukup hanya dengan kemampuan akademik. Dibutuhkan pengalaman lapangan, jejaring, serta pendampingan dari pelaku usaha yang telah memahami dinamika bisnis. Hal itulah yang menjadi fokus HIPMI dalam kolaborasi bersama ITB Asia Malang.
Melalui Business Innovation & Entrepreneur Expo 2026, mahasiswa menjalani proses inkubasi mulai dari penyusunan model bisnis, validasi pasar, pengembangan produk, strategi pemasaran, hingga presentasi di hadapan praktisi bisnis dan investor.
Rektor ITB Asia Malang, Risa Santoso, menilai kolaborasi dengan HIPMI menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan dunia industri.
Kampus, kata dia, harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap membangun usaha.
Puncak kegiatan berlangsung pada Demo Day 9 Juli 2026. Puluhan startup mahasiswa mempresentasikan inovasi mereka di hadapan dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi dan pelaku bisnis.
Penilaian dilakukan berdasarkan aspek inovasi, kelayakan usaha, model bisnis, potensi pasar, hingga dampak yang dihasilkan.
Sebanyak 10 startup terbaik memperoleh pendanaan dari INC.85 Asia untuk melanjutkan proses inkubasi dan pengembangan bisnis. Institut Asia juga memberikan penghargaan Future Unicorn Award, Disruptor Award, dan Impact Maker Award kepada startup dengan performa terbaik.
Kolaborasi yang turut didukung Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara organisasi pengusaha, perguruan tinggi, inkubator bisnis, dan pemerintah mampu membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat.
Bagi HIPMI Kota Malang, upaya ini merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak lebih banyak founder muda yang mampu menghadirkan inovasi, membuka lapangan pekerjaan, serta memperkuat daya saing ekonomi Kota Malang di masa depan.(*)














