indonewsdaily.com, Malang— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang Melalui DPUBM terus memperkuat infrastruktur di wilayah Malang Timur, khususnya kawasan timur laut yang dinilai memiliki potensi berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Penguatan infrastruktur tersebut dilakukan seiring dengan mulai tumbuhnya aktivitas permukiman, perdagangan, industri hingga sektor pariwisata di wilayah tersebut.
Salah satu pekerjaan yang kini menjadi perhatian adalah pembangunan sekaligus pelebaran jembatan di Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung.
Jembatan yang selama ini menjadi salah satu akses penting masyarakat tersebut tengah dibongkar untuk dibangun kembali dengan ukuran yang jauh lebih besar.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jalan dan jembatan, sekaligus mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan dan aktivitas ekonomi di kawasan Jabung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, KHAIRUL ISNAIDI KUSUMA, S.T., M.T. mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas konektivitas antarwilayah.
Menurutnya, ukuran jembatan yang sebelumnya sekitar 5 x 10 meter akan diperbesar menjadi 13 x 14 meter.
“Sekarang sedang dikerjakan. Masa pelaksanaannya sekitar 180 hari dan diperkirakan selesai akhir Desember 2026,” ujar Khairul, Kamis (1/10/2026).
Dengan pelebaran tersebut, jembatan diharapkan mampu memberikan ruang yang lebih memadai bagi kendaraan yang melintas.
Selain meningkatkan kelancaran lalu lintas, Khairul mengatakan pembangunan juga diarahkan untuk memperkuat akses masyarakat dan mendukung mobilitas barang maupun jasa.
“Pembangunan jembatan di Jabung memiliki arti strategis karena wilayah tersebut berada pada jalur yang menghubungkan sejumlah kawasan, termasuk Kecamatan Pakis,” ucapnya.
Selama ini, jalur tersebut tidak hanya digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari jaringan transportasi yang mendukung aktivitas ekonomi di wilayah Malang Timur.
Seiring dengan perkembangan kawasan, kebutuhan terhadap infrastruktur yang mampu menampung mobilitas kendaraan juga semakin meningkat.
Apalagi, Jabung mulai menunjukkan perkembangan sebagai kawasan yang memiliki kombinasi potensi industri, permukiman, pertanian dan pariwisata.
Kondisi tersebut membuat pembangunan infrastruktur tidak hanya dipandang sebagai proyek fisik, tetapi juga sebagai bagian dari persiapan pemerintah daerah menghadapi perubahan kawasan dalam beberapa tahun mendatang.
khairul menilai pembangunan dan pelebaran jembatan tersebut merupakan langkah penting untuk mengantisipasi pertumbuhan kawasan.
Menurutnya, akses transportasi yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekonomi sekaligus menarik investasi.
“Kalau jembatan itu sudah jadi, kami optimistis investasi akan berkembang pesat karena jalur ekonomi sudah lancar. Jembatan itu cukup strategis karena menghubungkan antara Kecamatan Pakis dan Jabung,” tegasnya.
Ia menilai, peningkatan aksesibilitas akan memberikan dampak lebih luas terhadap masyarakat. Ketika konektivitas antarwilayah semakin baik, distribusi barang dapat berjalan lebih lancar dan waktu tempuh masyarakat juga dapat semakin efisien.
Di sisi lain, kemudahan akses juga dapat menjadi pertimbangan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan kegiatan ekonomi di kawasan tersebut.
“Potensi Jabung tidak hanya berada pada sektor industri dan permukiman. Kecamatan tersebut juga memiliki potensi pariwisata yang cukup besar,” katanya
Sejumlah destinasi wisata alam seperti Coban Jahe, Coban Siuk hingga Desa Wisata Taji Kaki Langit menjadi bagian dari potensi ekonomi yang membutuhkan dukungan akses dan infrastruktur.
Pengembangan infrastruktur yang lebih baik diharapkan dapat memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dengan mempermudah wisatawan menuju sejumlah destinasi.
Keberadaan infrastruktur yang memadai juga dapat membuka peluang berkembangnya kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata, mulai dari usaha kuliner, penginapan, perdagangan hingga berbagai usaha pendukung pariwisata lainnya.
Dengan demikian, pembangunan jembatan di Desa Sukolilo tidak hanya berkaitan dengan kepentingan transportasi masyarakat setempat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penguatan konektivitas kawasan secara lebih luas.
Pemkab Malang Siapkan Tata Ruang
Selain pembangunan infrastruktur, Pemkab Malang juga mulai menyiapkan aspek tata ruang sebagai fondasi pengembangan kawasan Malang Timur.
Bupati Malang HM Sanusi mendorong agar pertumbuhan wilayah timur laut Kabupaten Malang dapat berlangsung secara terencana.
Pertumbuhan desa dan kawasan permukiman diarahkan agar tidak berkembang tanpa kendali, terutama ketika aktivitas ekonomi dan industri mulai meningkat.
Penataan ruang menjadi penting agar perkembangan kawasan tetap mempertimbangkan fungsi lahan serta kebutuhan masyarakat.
Untuk mendukung arah tersebut, penataan zonasi atau zoning plan mulai diterapkan di sejumlah kecamatan, termasuk Jabung, Tumpang dan Pakis.
Penataan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi masing-masing kawasan. Permukiman, industri, perdagangan, pertanian dan pariwisata diharapkan dapat berkembang secara seimbang sesuai dengan peruntukan ruang.
Pemkab Malang juga tengah mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di sejumlah wilayah.
RDTR nantinya menjadi salah satu instrumen penting dalam mengarahkan perkembangan kawasan, termasuk memberikan kepastian mengenai pemanfaatan ruang serta mengurangi potensi konflik penggunaan lahan di kemudian hari.
Pembangunan jembatan dan penataan ruang menjadi dua hal yang berjalan beriringan dalam strategi pengembangan Malang Timur.
Infrastruktur menjadi penunjang konektivitas, sementara tata ruang menjadi instrumen untuk memastikan perkembangan kawasan berlangsung secara terarah.
Jika keduanya berjalan secara optimal, wilayah Jabung berpotensi mengalami perubahan cukup signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Jabung yang selama ini lebih dikenal sebagai salah satu wilayah penghubung menuju kawasan wisata pegunungan mulai dipersiapkan untuk memiliki fungsi ekonomi yang lebih luas.
Pertumbuhan industri, permukiman, perdagangan dan pariwisata berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru.
Namun menurut Khairul mengatakan bahwa perkembangan tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang dapat berjalan lancar.
“Pelebaran jembatan di Desa Sukolilo menjadi salah satu bagian dari proses tersebut.
Dengan ukuran yang diperbesar dari sekitar 5 x 10 meter menjadi 13 x 14 meter, jembatan tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan konektivitas kawasan yang terus berkembang,” ungkap Khairul.
Pembangunan yang ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026 itu juga menjadi salah satu bentuk kesiapan Pemkab Malang menghadapi perkembangan Malang Timur.
Ke depan, pengembangan kawasan tidak hanya bergantung pada pembangunan satu infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kesinambungan antara pembangunan jalan, jembatan, tata ruang, pelayanan publik serta pengembangan sektor ekonomi masyarakat.
Dengan pembangunan infrastruktur yang berjalan bersamaan dengan penataan ruang, kawasan Malang Timur diharapkan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Jabung pun mulai dipersiapkan bukan sekadar sebagai wilayah lintasan menuju kawasan wisata pegunungan, melainkan sebagai salah satu simpul pertumbuhan baru di wilayah timur Kabupaten Malang (win)













