#KampusBerdampak, Universitas Ma Chung Dorong UMKM Naik Peringkat Jadi Eksportir Nasional

Indonewsdaily.com, Malang – Universitas Ma Chung kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Melalui berbagai inovasi serta program strategis, kampus ini mendorong UMKM menjadi eksportir yang mampu bersaing di pasar Internasional. 

Rektor Universitas Ma Chung, Prof Dr Ir Yufra M Taneo MS MSc menjelaskan fakta penting mengenai peran UMKM di perekonomian Nasional.

Data menyebutkan, dari sekitar satu juta unit usaha yang ada di Indonesia, 99,99 persen merupakan UMKM. Dengan menyerap 97 persen tenaga kerja, dan menyumbang sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

“Sayangnya, kontribusi ekspor mereka baru sekitar 14 sampai 17 persen, ini menunjukkan peluang besar yang belum tergarap maksimal,” ujarnya,(21/6/2025).

Prof Yufra juga menguraikan, bahwa kendala utama UMKM dalam menaikkan ekspor terletak pada tingkat daya saing dan keberanian masuk ke pasar Internasional. Dibandingkan negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, Korea Selatan dan Tiongkok yang mampu mengekspor dua hingga tiga kali lipat. UMKM Indonesia masih tertinggal. 

Menurutnya, kunci keberhasilan adalah mengembangkan mindset dan kemampuan produsen UMKM untuk masuk dalam rantai nilai global (Global Value Chain). Ma Chung pun melakukan pendampingan mulai dari tahap produksi, pengurusan izin, merek dagang, hingga penetapan harga yang kompetitif. 

“Sekaligus mempersiapkan UMKM binaan masuk pasar modern dan Internasional,” ucap Rektor Ma Chung ini.

Dalam tiga tahun terakhir, Universitas ini memperluas jangkauan ekspor UMKM Indonesia ke berbagai negara, termasuk Malaysia, Korea Selatan, Arab Saudi dan Taiwan. Upaya ini didukung penuh oleh Pemerintah dan berbagai pihak lintas sektor, termasuk Dinas Perindustrian serta Perdagangan Kabupaten Malang.

Lebih dari 500 UMKM binaan universitas ini, mayoritas berkonsentrasi di bidang makanan dan minuman. Dengan produk olahan seperti keripik dan kerupuk dari singkong yang diminati pasar Internasional. 

Pasar luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Taiwan dan Hong Kong menunjukkan minat tinggi terhadap produk-produk olahan berdaya tahan lama ini, terutama makanan ringan yang mudah disimpan dan dibawa.

Selain fokus meningkatkan kualitas dan kapasitas UMKM, Universitas Ma Chung juga turut berperan dalam mendorong mereka masuk dalam rantai pasok Internasional. Sehingga tidak hanya sebagai reseller, tetapi sebagai produsen yang berorientasi ekspor.

“Dengan luas wilayah Kabupaten Malang dan kedekatan geografis, kami ingin memanfaatkan potensi ini dalam pengembangan UMKM,” ungkap Rektor satu ini.

Prof Yufra melanjutkan, pengembangan usaha kecil ini, khususnya di wilayah Kabupaten Malang. Hal ini sebagai bentuk kontribusi Universitas Ma Chung untuk kemajuan daerah dan perekonomian Nasional.

Ini menandai langkah nyata Universitas Ma Chung dalam membentuk ekosistem UMKM yang tangguh dan berdaya saing global, sekaligus mengangkat potensi ekonomi Indonesia di tengah persaingan pasar Internasional.(die)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *