indonewsdaily.com, Malang – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti acara Klangenanan Halalbihalal sekaligus peringatan ulang tahun ke-64 mantan Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna, yang digelar di Warung Tani, Desa Dermo, Kecamatan Dau, Kamis (2/4/2026). Sejumlah tokoh penting hadir, termasuk Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, mantan Wali Kota Malang Abah Anton, mantan Ketua DPRD Kota Malang Sri Rahayu, awak media, serta berbagai tamu undangan lintas kabupaten, kota, dan profesi.
Acara yang berlangsung tanpa MC ini justru terasa lebih cair dan natural. Para tamu saling bertegur sapa, bercengkerama, dan memperlihatkan kerinduan mendalam akan kebersamaan yang pernah terjalin.
Acara dibuka dengan ungkapan syukur dan doa bersama untuk Rendra Kresna yang kini memasuki usia ke-64. Dalam penyampaian pembukaan, perwakilan dari peserta menyampaikan harapan agar Rendra diberi keberkahan usia, kelimpahan rezeki, kesehatan, dan tetap produktif sebagai sosok panutan.
“Beliau di usia 64 tetap produktif. Ini menjadi patron bagi kami, khususnya generasi muda. Semoga selalu diberi kesempatan untuk terus bermanfaat bagi banyak orang,” ujar salah satu perwakilan undangan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk harapan agar kegiatan berlangsung lancar dan penuh keberkahan bagi keluarga besar Rendra Kresna.
Dalam sambutannya, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan rasa hormat dan kedekatannya dengan Rendra Kresna, yang dianggapnya sebagai mentor dan sumber ilmu dalam perjalanan kariernya.
“Saya banyak mendapatkan arahan dan pengalaman dari beliau. Saat saya maju kemarin pun, Pak Rendra memberikan semangat luar biasa. Banyak ilmu yang menjadi bekal saya memimpin Kota Malang,” ujar Wahyu.
Ia juga menambahkan bahwa sosok Rendra tetap terlihat bugar dan bersemangat layaknya “usia 27 tahun”, meski kini resmi memasuki usia 64.
Wahyu menyoroti keunikan acara ini karena dihadiri berbagai elemen lintas kabupaten, kota, partai politik, hingga entrepreneur.
“Ini bukan hanya lintas partai, tapi lintas birokrasi juga. Dari Kabupaten Malang ada, dari Kota Malang ada, dan pengusaha pun hadir. Ini bukti bahwa Pak Rendra merupakan figur yang diterima di mana-mana,” ungkapnya.
Mantan Wali Kota Malang Abah Anton juga memberikan sambutan penuh kehangatan. Ia menegaskan bahwa perbedaan politik tidak pernah menghilangkan rasa persahabatan dan saling menghormati di antara para tokoh Malang Raya.
“Yang terpenting adalah kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat dan bahagia. Kita ini sebenarnya sobat-sobat semua. Tidak ada kata permusuhan,” ujar Abah Anton disambut tepuk tangan tamu undangan.
Ia mengenang masa-masa kebersamaannya dengan Rendra dan Sri Rahayu yang disebutnya sebagai sahabat dalam dinamika politik dan pemerintahan sejak 2013.
Klangenanan halalbihalal dan ulang tahun ini sekaligus menjadi ruang reuni bagi para tokoh yang sudah lama tidak bertemu. Percakapan hangat, canda, dan nostalgia mewarnai pertemuan hingga acara berakhir.
Rendra Kresna tampak bahagia menerima ucapan selamat ulang tahun dan doa dari berbagai pihak. Kehadiran tokoh lintas generasi dan lintas wilayah menunjukkan kuatnya pengaruh dan hubungan baik yang ia jaga selama ini.
Acara ditutup dengan ramah-tamah dan doa agar Rendra Kresna terus diberi kekuatan dan kesehatan untuk tetap menjadi sosok yang memberi inspirasi bagi masyarakat Malang Raya.(win)















