KONI Kota Malang Buru Emas Porprov 2027, Delapan Cabor Baru Disiapkan

indonewsdaily.com, MALANG- KONI Kota Malang mulai memperlebar strategi untuk mendongkrak perolehan medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Tidak hanya menambah nomor pertandingan, KONI juga menyiapkan ekspansi ke sejumlah cabang olahraga (cabor) baru yang dinilai memiliki peluang besar menyumbang medali emas.

Sekretaris Umum KONI Kota Malang, Joko Purwosusanto, mengatakan sedikitnya delapan cabor baru akan dikukuhkan pada Desember 2026 mendatang. Sejumlah di antaranya yakni orado, mini soccer, trail run, dan lari gunung.

Menurut Joko, cabor-cabor tersebut bukan sekadar penambahan kepesertaan. KONI melihat adanya peluang nyata untuk mendulang medali, terutama dari cabor yang selama ini menunjukkan prestasi atlet Kota Malang di tingkat Jawa Timur.

Salah satu yang paling potensial adalah lari gunung. Joko menyebut atlet Kota Malang selama ini cukup sering meraih juara dalam kejuaraan tingkat Jawa Timur.

“Kalau ada kejuaraan di Jawa Timur, Kota Malang ini selalu menjadi juara. Nah itu kesempatan bagi kami Kota Malang semakin optimis bahwa pencapaian angka 222 itu akan tercapai,” tuturnya.

Ekspansi juga menyasar cabor yang selama ini belum diikuti Kota Malang, termasuk drum band dan dayung. Kedua cabor ini dinilai sebagai lumbung medali baru.

Joko menyebut drum band memiliki potensi 15 nomor pertandingan yang bisa diperebutkan pada Porprov. Sementara cabor dayung bahkan menawarkan peluang lebih besar dengan 26 nomor pertandingan.

“Drum band belum ikut, terus dayung belum punya, padahal dayung itu ada 26 nomor yang diperebutkan,” katanya.

Untuk menghidupkan kembali drum band, KONI Kota Malang akan mengaktifkan kembali kepengurusannya. Sementara kebutuhan sarana dan prasarana akan disiasati melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah yang telah memiliki tim drum band.

Langkah berikutnya adalah memperkuat basis atlet. KONI tidak hanya mencari atlet berprestasi, tetapi juga memastikan mereka memenuhi persyaratan Porprov, terutama terkait batas usia dan domisili.

Atlet yang diproyeksikan harus berada dalam rentang usia yang diperbolehkan untuk mengikuti Porprov sekaligus memiliki KTP Kota Malang.

“Yang mau tidak mau kita kerja sama dengan sekolah yang umurnya masih bisa kita Porprov-kan dan KTP-nya Kota Malang, itu yang kita ambil,” jelas Joko.

Strategi tersebut menjadi bagian dari program identifikasi dan ekstensifikasi KONI Kota Malang untuk memperluas sumber medali. Dengan penambahan cabor sekaligus nomor pertandingan, peluang Kota Malang mengumpulkan emas pada Porprov 2027 semakin terbuka.

“Makanya identifikasi-ekstensifikasi ini kita gaungkan terus dan harus kita capai,” pungkasnya.(win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *