Indonewsdaily.com, Mojokerto — Puskesmas Gedongan memiliki inovasi tebu lik ita untuk menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di wilayah Puskesmas. Inovasi TEBU LIK ITA (Temukan Ibu Hamil Milik Kita) berupaya mengurangi kematian ibu dan bayi karena di kota Mojokerto sendiri, pada tahun 2021 ditemukan kematian ibu sebanyak 11 kasus dengan berbagai penyebab.
“Jumlah ini merupakan jumlah yang besar karena seharusnya tidak terjadi kematian ibu dan bayi. Penyebab kematian ibu ini beragam, diantaranya diakibatkan oleh pendarahan, hipertensi, dan infeksi. Factor penyebab kematian dapat dicegah dan sedang kita upayakan agar di tahun mendatang tidak terjadi kematian ibu dan bayi,” kata Kepala Puskesmas Gedongan drg. Anitiyas Rosida, Senin 6 Februari 2023.
Sebagaimana ditetapkan Kementerian Kesehatan, pemeriksaan ibu hamil atau antenatal care (ANC) dilakukan minimal sebanyak 6 kali selama 9 bulan sebagai bentuk komitmen untuk penyediaan layanan esensial bagi Ibu hamil. Sehingga TEBU LIK ITA hadir, untuk memastikan hal tersebut.
Dalam implementasi TEBU LIK ITA, bidan wilayah akan berkeliling ke lingkungan masyarakat, tempat umum serta jejaring fasyankes untuk sosialisasi sehingga penemuan ibu hamil dapat ditingkatkan.
Berikutnya, jika ditemukan ibu hamil atau bayi baru lahir dari suatu keluarga, baik dari laporan warga atau pribadi, bidan akan menempelkan stiker TEBU LIK ITA di kediaman ibu hamil tersebut.
“Di stiker tersebut berisi nama dan nomor telepon bidan wilayah. Sehingga ibu hamil atau yang baru melahirkan dapat melaporkan diri secara langsung dengan menghubungi nomor bidan yang tercantum di stiker,” terang drg. Anitiyas Rosida.
Implementasi inovasi tersebut membantu Puskesmas Gedongan untuk melakukan pendataan dan pemantauan perkembangan kesehatan ibu hamil dan bayi baru lahir di sekitar Puskesmas Gedongan. Dengan demikian, faktor penyebab kematian ibu saat persalinan atau bayi baru lahir dapat ditekan.
“Selain memastikan perkembangan kesehatan ibu hamil, melalui program ini bayi baru lahir baik di puskesmas ataupun di rumah sakit dengan domisili kota Mojokerto, juga akan dibantu untuk pengurusan kepemilikan kartu JKN PBID secara gratis,” ujar drg. Anitiyas Rosida.
Ia juga menyebut jika implementasi program ini juga telah membuahkan hasil. Salah satunya terlihat dari peningkatan jumlah ibu hamil yang datang ke Puskesmas Gedongan serta jumlah bayi yang mendapat kartu JKN PBID.














