indonewsdaily.com, Malang – P3KM desak Komisi B Kota Malang untuk mediasi dengan Diskopindag (Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan ), Audiensi berlangsung di Pasar Tawangmangu, Klojen, Kota Malang, Minggu malam (12/1/2025).
Dalam Audiensi tersebut dihadiri oleh Paguyuban Pedagang Pasar Kota Malang (P3KM), Komisi B diwakili oleh Ketua komisi B Bayu Rekso Aji, Sekretaris komisi B Abu Bakar, dan Anggota komisi Indra Permana
Hal ini dilakukan untuk mencarikan solusi atas berbagai permasalahan pasar yang semakin kompleks.
P3KM menyampaikan berbagai permasalahan yang tak kunjung mendapatkan solusi dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang,terutama terkait kenaikan retribusi, insfratruktur, dan PKL liar.
Ketua P3KM, Muliadi menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam hal ini Diskopindag, yang kurang maksimal mendukung di dalam mengelola pasar sebagai pusat perekonomian rakyat.
“Karena secara implementasi, operasional, segala macam, itu memang kita masih belum maksimal sama pemerintah. Mulai dari hulu sampai hilirnya itu memang masih terabaikan, Tetapi sekarang kami sudah mulai bergandengan tangan dengan teman-teman di dewan, khususnya Komisi B,” ujarnya
Muliadi mengungkapkan bahwa pihaknya sebagai perwakilan pedagang pasar menyampaikan poin permasalahan. Menurutnya, nilai retribusi yang tinggi dinilai memberatkan para pedagang.
“Itu dia yang menjadi pembahasan utama kita. Karena polemik itu selama ini,” katanya
Lebih lanjut, Muliadi mengatakan bahwa para koordinator pedagang pada awal Januari ini mulai mengeluh terkait retribusi tersebut dan menuntut Diskopindag transparansi terkait nilai retribusi.
“Karena ini menyangkut masalah hajat hidup orang banyak. Ekonomi, kerakyatan. Kalau kerjaan pemerintah itu baik, mesti maju. Kita tidak minta diturunkan, tapi tetap pada posisi yang berjalan. Karena itu tadi alasannya memang belum ada semacam transparansi terkait masalah ini,” jelasnya.
Muliadi berharap banyak kepada komisi B untuk mencarikan solusi terkait permasalahan tersebut.
“Ya harus ada jalan keluar terkait menaikkan restribusi ini. win-win solution ya terkait menaikkan retribusi jangan dulu,” tuturnya.
Semwntara itu sekretaris Komisi B, Abu Bakar dari fraksi Gerindra mengatakan pihaknya akan menampung aspirasi dari P3KM dan mencarikan solusi atas keluhan dari perwakilan pedagang pasar tersebut.
“Kita banyak menampung aspirasi dari warga terkait kenaikan retribusi, PKL liar. Juga ada beberapa tadi permasalahan lainnya. Insya Allah kita bisa membantu menyelesaikan polemik permasalahan yang di keluhkan,” ujarnya.
“Dan Insya Allah kita bakal mengupayakan memanggil dinas terkait, juga tadi kita sudah menyampaikan mungkin kita bisa audiensi dengan warga perwakilan dari P3KM dengan dinas yang terkait,” lanjut Abu Bakar
Masalah retribusi yang berlarut-larut dan belum ada titik temu antara P3KM dengan Diskopindag hingga sekarang, membuat Komisi B berencana menggelar hearing dengan dinas terkait untuk menuntaskan permasalahan tersebut.
“Jadi permasalahan yang di keluhkan ini tidak akan bisa tuntas kalau kita tidak ketemu dengan dinas yang bersangkutan.Kita berupaya untuk mempertemukan perwakilan dari P3KM dengan dinas terkait, kita menjadi jembatan dan mencarikan solusinya bersama-sama seperti apa, karena setiap permasalahan pasti bisa di selesaikan dengan komunikasi yang baik ” tegas Abu Bakar.
Ditempat yang sama, Anggota Komisi B, Indra Permana menambahkan bahwa permasalahan retribusi harus dapat diselesaikan tahun ini, sehingga tidak berlarut-larut.
“Jadi memang permasalahan retribusi menjadi isu utama dalam pengelolaan pasar di kota Malang dan harapan saya tentang retribusi harus clear tahun ini juga, tidak ada lagi permasalahan tentang retribusi. Baik nanti bisa melalui PERDA maupun PERWAL, dinas wajib menegakkannya dengan benar,” pungakas Indra Permana.(win)








