Kerja Sama Ketua BAKN DPR RI dan BPKH Salurkan Dana Kemaslahatan untuk Pendidikan di Malang Raya

Indonewsdaily.com, Kota Malang – Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berkolaborasi menyalurkan dana program kemaslahatan dana keuangan haji untuk bidang pendidikan. Total ada senilai Rp. 497 juta dana yang disalurkan.

Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk barang. Antara lain peralatan dokumentasi dan branding dakwah untuk Yayasa Indocita dan sound system dan alat videografi untuk Pondok Pesantren Nurul Ihsan yang ada di Malang, Jawa Timur.

Bantuan diserahkan kangsung Pimpinan Bidang Kemaslahatan BPKH, Sulistyowati bersama Andreas yang juga Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) kepada Agus Prihanto selaku Sekretaris Yayasan Ummul Quro (LAZ UQ) kepada Khoirul Nadir Ketua Yayasan Indocita dan Ketua Ponpes Nurul Ihsan Krebet Ahmad Zaki Fadlurrohman.

Pimpinan Bidang Kemaslahatan BPKH, Sulistyowati mengatakan bantuan program kemaslahatan ini memang diperuntukkan untuk kesejahteraan umat. Selain untuk pelayanan ibadah haji, juga untuk bidang pendidikan, kesehatan, sosial keagamaan, sarana prasarana ibadah dan pemberdayaan ekonomi umat.

”Hari ini bantuan kami peruntukkan untuk dunia pendidikan keagamaan di wilayah Malang Raya. Kenapa kemudian dalam bentuk alat? Agar bantuan yang disalurkan ini menghasilkan nilai manfaat untuk kesejahtetaan umat,” jelas dia.

Ia menjelaskan jika bantuan ini didapat dari dnaa abadi umat senilai total Rp3,8 triliun dari rerata hasil pengelolaan tiap tahunnya mencapai Rp200 miliar. Dana ini, jelas dia, harus terserap secara maksimal untuk umat.

”Jadi, saya harap penerima program ini dapat menjaga dengan baik bantuan yang diberikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Terima kasih kepada Pak Andreas yang turut membantu distribusi program bantuan untuk pendidikan ini,” ungkapnya.

Sementara, Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengatakan jika urgensi penyaluran bantuan pendidikan ini sudah sangat tepat. Ini mengingat perkembangan pesat teknologi informasi berbasis artificial intelligence (AI) hari ini.

”Saya kira bantuan alat ini akan bermanfaat bagi pengembangan kemampuan santri di era AI. Jadi saya kira BPkH sudah sangat tepat dalam menyalurkan bantuan karena memiliki multiplier effect,” ungkapnya.

Menurut Andreas, penyaluran ini juga selaras dengan asas transparansi dan akuntabilitas keuangan negara di BPKH. Bagaimana bantuan ini tidak hanya sekedar materil, namun juga bermanfaat bagi kepentingan pendidikan dan umat.

”Seperti ada alat branding dan sound system ini kan juga dapat dimanfaatkan masyarakat setempat. Saya kira BPKH menjadi lembaga yang bisa menjaga asas transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *