Petinju The Lion Hero Dimakamkan di TPU Desa Banjarejo Pakis

Indonewsdaily.com, Malang – Meninggal sang petinju Hero Tito atau The Lion Hero pasca koma 4 hari akibat pendarahan otak di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta. Peristiwa itu terjadi usai duel dengan James Mokoginta dalam laga Holywings Sport Show Boxing akhir Februari kemarin.

Jenasah Heru Purwanto (36)
alias Hero Tito dimakamkan di daerah asalnya di Dusun Sindurejo, Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jumat (4/3) pagi. Tiba di rumahnya sekitar pukul 7 pagi, almarhum kemudian dikebumikan sekitar pukul 8.30 pagi.

Duka mendalam terhadap The Lion Hero memang tidak hanya menghadirkan rasa duka bagi orang-orang terdekatnya dan para pencinta tinju di Indonesia.

Namun, warga Dusun Sindurejo, RT. 03, RW. 03, Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, juga merasa kehilangan atas meninggalnya pria yang akrab disapa sam Hero.

“Hero bukan sekedar petinju saja bagi saya, dia seperti adik sendiri. Hampir setiap hari sama-sama, pergi ke mall sama-sama. Jadi peristiwa ini mengoyak hati saya banget. Susah sekali melupakan Hero,” tutur Promotor Hero Tito, Armin Tan yang juga mendampingi almarhum hingga prosesi pemakaman, Jumat (4/3) siang.

Karena ia sering menghabiskan waktu bersama Hero Tito, tidak dapat dipungkiri Armin juga sebelumnya merasakan ada yang janggal. Namun ia tidak memperkirakan bakal terjadi peristiwa seperti itu.

“Saya ada merasa aneh, mas Hero satu minggu terakhir ini orangnya pendiam sekali. Kadang saya ajak ngomong itu cenderung singkat-singkat saja. Tidak seperti Hero biasanya,” tambahnya.

Senada dengan Siswanto, kakak kandung Hero Tito menceritakan bahwa petinju yang bernama asli Heru Purwanto itu pribadi yang sangat sabar dan disiplin. Sejak kecil dialah yang menginspirasi Hero Tito menjadi seorang petinju.

“Iya dia mencintai olahraga tinju itu sejak SD. Belajar sendiri, saya kan dulu juga petinju. Sejak usia 11 tahun memulai tinju, terinspirasi dengan saya,” sebutnya.

Terakhir komunikasi dengannya, Siswanto menceritakan meski usia Hero Tito sudah 36 tahun, namun Hero Tito masih punya keinginan menjuarai kejuaraan tinju bahkan sampai kejuaraan tinju internasional.

“(Pesannya) Heru hanya ingin menyelesaikan (membangun) rumahnya dan mengejar target main di Australia. Yang besar itu inginnya WBC, itu masih pengen lagi bertanding untuk kejuaraan itu,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *