Polinema Wujudkan Kampus Berdampak Melalui Kontribusi Ekonomi 

Indonewsdaily.com, Malang – Politeknik Negeri Malang (Polinema) berupaya mewujudkan sebagai kampus berdampak. Salah satu ikhtiarnya dengan mencetak lulusan yang berkontribusi penuh menumbuhkan ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof Ratih Indri Hapsari PhD, selaku Wakil Direktur (Wadir) bidang Perencanaan dan Kerjasama Polinema. Menurutnya, kampus vokasinya ini berupaya menjadi kampus berdampak. Diantaranya dengan berkontribusi mengangkat pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik, kestabilan sosial.

“Melalui alumni yang tersebar di berbagai daerah. Kami berupaya berkontribusi terhadap ekonomi lokal dimana mereka berada,” ungkap Ratih. (4/6/2025)

Tak dipungkiri Polinema sangat erat dengan kedaerahan dengan menekankan mahasiswa untuk kembali ke daerah asal. Serta tentunya berkontribusi aktif terhadap pembangunan daerah. 

Polinema sendiri berikhtiar mencetak lulusan yang berwawasan global dengan gencar mengirim mahasiswa magang ke luar negeri. Termasuk pula dengan membuka peluang bekerja di perusahaan asing. 

Polinema juga memantabkan diri sebagai kampus berdampak, dengan berupaya menjadi problem solving terhadap permasalahan masyarakat. Yakni dengan banyak membuka peluang penelitian di berbagai perusahaan besar.

Berbagai upaya kontribusi di atas sebagai implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dimana tugas utama di sisi pengabdian kepada masyarakat, kampus ini telah menggulirkan program desa binaan yang sudah berjalan lima tahun. 

Salah satunya desa Poncokusumo Kecamatan Tumpang yang dibina mengembangkan desa wisata dan budaya.

Pembinaan yang dilakukan Polinema tidak hanya berupa bangunan fisik, namun lebih kepada membangun kepedulian masyarakatnya terhadap pelayanan turis. Termasuk gencar mengkampanyekan kesadaran lingkungan kepada seluruh warganya. 

“Alhamdulillah, kami berhasil membantu desa binaan mendapatkan hibah luar negeri dari International Electrical and Electronic Engine (I3E). Yakni asosiasi Perusahaan elektronik internasional,” ujar Ratih.

Seiring dengan kontribusi terhadap pembangunan daerah, rupanya kampus ini juga berupaya menyiapkan lulusan yang adaptif. 

Dimulai sejak 2020, hal ini sudah diterapkan di Polinema, dengan mata kuliah Basic Scient Building Information Modeling. Dimana merupakan upaya menyiapkan mahasiswa kampus ini untuk lebih adaptif terhadap digitalisasi kontruksi. 

Bahkan semua jurusan juga ditekankan mengimplementasikan materi kuliah disisipi dengan digitalisasi. Diantaranya dengan Learning Managemant Sistem (LMS), termasuk Up Date tugas dari Website, dan mengatur schedule project melalui aplikasi digital.

Tak segan Polinema menghadirkan Zyrec, produsen computer asli Indonesia mengajarkan tentang AI untuk pemanfaatan hal yang positif. 

“Kami berupaya memberdayakan dan memanfaatkan teknologi tanpa menghilangkan kreatifitas mahasiswa,” pungkas Ratih. (die)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *