Indonewsdaily.com, Mojokerto — Pemerintah Kota Mojokerto memastikan tahapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 sesuai dengan schedule yang ada. Pada tahapan penyusunan rancangan awal RKPD hingga Musrenbang RKPD tingkat Kota sudah digelar.
Kesesuaian tahapan ini menjadi instrumen vital dalam menjaring aspirasi masyarakat demi memastikan arah pembangunan yang tepat sasaran sesuai dengan tema pembangunan tahun 2027 yakni meningkatkan ketahanan ekonomi dan sosial budaya melalui daya saing sektor unggulan daerah. Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah kota menetapkan sembilan prioritas pembangunan yang merupakan hasil kajian teknokratis dan pembahasan bersama DPRD.
Sekretaris Daerah Gaguk Tri Prasetyo mengatakan fokus pembangunan Kota Mojokerto pada tahun 2027 memiliki sembilan fokus utama. Yakni penguatan sistem penegakkan Perda berfokus pada pengendalian keamanan, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, pemberdayaan seni dan kreativitas lokal yang berdaya saing.
“Ada sembilan fokus utama seperti peningkatan promosi pariwisata dan budaya, mempermudah perijinan investor untuk berinvestasi,” katanya.
Pemkot Mojokerto pada 2027 tambahnya juga berfokus pada peningkatan akses sumber daya produktif dan pasar digital, peningkatan produktivitas dan omset UMKM, peningkatan kemudahan akses permodalan dengan skema pembiayaan yang mudah.
“Fokus selanjutnya yakni penguatan pelatihan dan penyiapan tenaga kerja terampil untuk meningkatkan potensi daerah dan pembangunan infrastruktur ekonomi berkelanjutan yang berfokus pada sektor unggulan serta kemudahan mobilitas barang dan jasa,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Riyanto menambahkan selain fokus pembangunan lokal, Pemkot Mojokerto juga mengikuti arah kebijakan strategis nasional seperti ketahanan pangan dan energi, peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi,
Pembangunan berbasis wilayah dan lingkungan, pengentasan kemiskinan dan politik luar negeri.
“Pemkot Mojokerto juga mendukung program strategis nasional seperti penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan untuk semua, perluasan akses pendidikan dan pertumbuhan ekonomi,” Jelasnya.
Lebih lanjut Riyanto menambahkan meski menghadapi keterbatasan anggaran, Pemkot Mojokerto memastikan proses perencanaan pembangunan tetap bersifat partisipatif. Sebanyak 284 usulan masyarakat telah dihimpun melalui Musrenbang di 18 kelurahan dan tiga kecamatan.
Selain itu juga ditambah 773 usulan yang dihimpun dari Pokir DPRD, yang selanjutnya semuanya akan diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah serta kemampuan keuangan pemerintah daerah.
“Seluruh usulan akan diselaraskan dengan prioritas pembangunan dan kemampuan keuangan daerah agar program 2027 benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Riyanto juga menyampaikan jika saat ini Baperida juga telah melakukan simulasi terkait
Perda Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Pihaknya telah melakukan simulasi retribusi sampah sebesar Rp 4 ribu di sejumlah RT/RW di Kota Mojokerto.
“Baperida juga sudah melakukan simulasi terkait pembayaran retribusi sampah dari masyarakat aesuait perda. Nantinya hasil simulasi ini akan kita bahas bersama DLH sebagai dinas pengampu,” Tuturnya.
Ia juga meminta kepada masyarakat agar tidak perlu resah terkait retribusi Rp 4 ribu, pasalnya besaran itu dinilai tidak memberatkan dan sudah melalui pembahasan dengan DPRD.
“Target kit pada 2027 sudah berjalan. Masyarakat tidak perlu khawatir, terkait mekanisme pembayaran dan pengambilan sampah rumah tangga akan tetap seperti biasanya,” Tegasnya.
Riyanto menjelaskan retribusi sampah nantinya akan dikumpulkan dan setorkan ke DLH oleh petugas yang telah ditunjuk, selanjutnya DLH akan membayar petugas sampah sebagai bagian dari pelayanan ke masyarakat.















