Soal Tanggul Jebol, DPUPR Kota Mojokerto Minta Masyarakat Tak Perlu Waswas Segera Diperbaiki

 

Indonewsdaily.com, Mojokerto — Masyarakat sekitar tanggul sungai diminta tak perlu khawatir jika terjadi bencana tanggul jebol. Pasalnya, setiap tanggul sungai sudah mendapat perhatian dari pemangku kebijakan terkait. Seperti tanggul sungai Sadar dan Brangkal masuk wilayah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Perum Jasa Tirta (PJT), sedangkan sungai Cemporat dan Ngerayung Dinas PU SDA Provinsi.

“Untuk pembenahan tanggul ambrol kapasitas kita selaku DPUPR Kota Mojokerto hanya bersifat melaporkan. Kewenanagan penanganan tanggul sungai berada di Dinas PU SDA Propinsi Jatim atau BBWS tergantung sungai mana,” jelas Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Perkim Kota Mojokerto Basuki Ismail, Senin (25/5/2026).

Lebih lanjut Basuki menjelaskan untuk kejadian tanggul jebol di Kali Sadar, Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan. Pihak kelurahan telah berkirim surat pada 4 Mei lalu, selanjutnya pihaknya sudah melaporkan ke BBWS dan Perum Jasa Tirta (PJT) I pada 20 Mei sudah dilakukan Monev operasi pemeliharaan (OP) Sungai Sadar dengan pendampingan dari DPUPR.

“Untuk kapan penanganan belum ada info. masyarakat perlu diedukasi sungai ini wewenang siapa, kebetulan yang di Ngaglik bukan wewenang DPUPR,”terangnya.

Namun demikian kata Basuki meski bukan wewenang DPUPR, pihaknya tidak lantas lepas tangan. Namun tetap memberi perhatian dan penanganan agar masyarakat tidak waswas dengan kondisi tanggul.

“Kita hanya bisa melakukan perbaikan sementara tidak permanen. Sudah kita beri karung pasir dan turap itu yg dilakukan oleh DPUR sebagai penanganan awal sembari menunggu penanganan oleh pihak terkait,” tuturnya.

Lebih jauh disampaikan Basuki, memang di atas tanggul yang ambrol berdiri bangunan milik warga. Bangunan tersebut menghadap jalan kampung, dimana bagian belakang bangunan atau persis di tepi tanggul berdiri tembok dan tiang besi. Bangunan tersebut beratap kanopi dan berlantai paving.

“Katanya, bangunan tersebut adalah panggung saat ada acara. Saat tanggul ambrol, bagian belakang bangunan ikut ambrol,” imbuhnya.

Menurutnya, sebelum ambrol, tanggul yang berada persis di tikungan sungai ini mengalami retakan. Kemudian ambrol pada Minggu (4/5/2026) malam. Tanggul yang jebol sekira 12 meter. “Saat ambrol tidak sedang turun hujan dan debit air rendah. Mungkin ambrol akibat tidak kuat menahan bangunan di atasnya,” katanya menduga.

Untuk itu, dihimbau agar warga tidak mendirikan bangunan atau rumah di atas sepadan sungai. “Dilarang mendirikan bangunan atau rumah di atas sepadan sungai. Jangan, bahaya,” pintanya.

Lebih jauh diungkapkan, tidak hanya tanggul kali Sadar yang ambrol yang akan diperbaiki, PJT juga akan memperbaiki dua tanggul Sungai Brangkal yang ambrol di Sinoman. “Perbaikan tanggul sungai Brangkal tinggal menunggu persetujuan BBWS atas gambar yang diajukan oleh PJT,” pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *