Kegiatan soft launching Lembaga Cermat Demokrasi secara daring, Kamis (7/7/2022).

Songsong Pesta Demokrasi, Lembaga Cermat Demokrasi Lakukan Soft Launching

Indonewsdaily.com, Jogja – Lembaga Cermat Demokrasi menggelar kegiatan soft launching secara daring sebagai penanda kelahiran dari lembaga yang membawa visi menjadi katalisator untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pemilu, politik, dan demokrasi yang sesuai nilai-nilai pancasila, Kamis (7/7/2022).

Dalam menopang Visi tersebut, Direktur Lembaga Cermat Demokrasi, Andika Irfan menjelaskan, misi yang ditetapkan terdapat empat poin utama. Pertama, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang hak dan kewajiban demokrasi sebagai warga negara Indonesia. Kedua, menghadirkan kajian dan penuikapan mengenai isu pemilu, politik, dan demokrasi berbasis riset yang disampaikan kepada masyarakat secara terbuka.

“Ketiga terlibat aktif mengawal penyelenggaraan pemilu untuk mendorong pemilu sesuai asas luber jurdil. Keempat atau yang terakhir menghadirkan ruang kolaborasi antar aktor kepemiluan sebagai gerakan pencerdasan dan pengawalan untuk menghadirkan demokrasi yang sehat,” lanjutnya.

Andika juga menguraikan bahwa penamaan lembaga cermat demokrasi memiliki akronim yaitu Cerdas, Masif, dan Taktis yang dari ketiga elemen tersebut membentuk kata Cermat. Selain itu, secara umum lembaga cermat demokrasi dapat dimaknai sebagai lembaga yang mewadahi kaum muda, serta bergerak sebagai katalisator untuk menciptakan ruang sadar pemilu dan demokrasi yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

“Sementara wilayah kerja dari lembaga cermat demokrasi terdiri dari tiga yaitu program development, research project, dan media creative. Ketiga wilayah kerja itu yang akan menjadi fokusnya, untuk bagaimana mengarahkan lembaga ini agar kedepannya tetap berjalan sesuai dengan arah kerja yang sudah ditentukan,” tambahnya.

Maka kedepannya, menurut Andika, untuk menjalankan roda lembaga Cermat Demokrasi, maka akan dilakukan dengan melakukan sinergi dan kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, lembaga non pemerintah, lembaga penyelenggaraan pemilu, dan para pemuda untuk bersama-bersama mendorong pelaksanaan demokrasi yang baik serta mengawal penyelenggaraan pemilu yang baik.

“Kontribusi pemuda dalam menyongsong pesta demokrasi sehat dalam setiap pemilu sangat diperlukan. Apalagi para pemuda saat ini memiliki kesempatan untuk menjadi anggota Panitia Pemilih Kecamatan atau PPK dan Panitia Pemungutan Suara atau PPS, karena berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan Umum, usia minimal anggota PPK dan PPS adalah 17 tahun. Oleh karena itu, pemilu bukan hanya peristiwa politik, tetapi pemilu merupakan bagian dari perbaikan sosial dan ekonomi, dan mengangkat citra bangsa Indonesia di mata dunia,” tambahnya.

Dalam kegiatan soft launching tersebut, juga digelar webinar yang mengangkat tema “Refleksi Pemilu Pasca Reformasi dalam Proses Demokratisasi di Indonesia” dengan menghadirkan beberapa narasumber yaitu I Dewa Wiarsa Raka Sandi dan Ilham Saputra selaku Demisioner KPU, Usep Hasan Sadikin dari Perludem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *