Wali Kota Malang Dukung Ekonomi Karbon, Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Jadi Strategi Pengendalian Emisi

indonewsdaily.com, Malang – Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam mendukung pengendalian emisi gas rumah kaca (GRK) dan pembangunan rendah karbon.

Komitmen tersebut diperkuat melalui program Dasa Bakti Ngalam Seger dan Ngalam Rijik yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Komitmen itu disampaikan Wahyu saat menghadiri Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kepala Daerah dalam Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan Pembangunan Rendah Karbon Berketahanan Iklim yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum penguatan kapasitas kepala daerah sekaligus mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengendalikan emisi gas rumah kaca.

Sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, keterlibatan kepala daerah diharapkan mampu memperkuat kesiapan pemerintah daerah dalam menerapkan kebijakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Upaya ini mencakup penguatan tata kelola, kolaborasi lintas sektor serta pengembangan langkah konkret untuk menekan emisi.

Wahyu menyatakan, Pemkot Malang siap memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan.

Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan pelaksanaan program Ngalam Seger dan Ngalam Rijik.

“Ngalam Seger dan Ngalam Rijik menjadi bagian dari komitmen Kota Malang untuk mendukung pengendalian emisi gas rumah kaca dan mewujudkan pembangunan yang lebih berkelanjutan dengan tetap memperhatikan lingkungan,” ujar Wahyu.

Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Pemkot Malang telah menjalankan sejumlah langkah untuk mendukung pengendalian emisi gas rumah kaca.

Di antaranya melalui pengelolaan sampah berkelanjutan dan penyusunan inventarisasi gas rumah kaca.

Dalam pengelolaan sampah, upaya pengurangan emisi dilakukan melalui penanganan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang.

Pemkot Malang juga mendorong pengurangan sampah sejak dari sumbernya melalui keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) dan bank sampah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menekan dampak lingkungan akibat sampah sekaligus menjaga keberlanjutan daya dukung lingkungan di Kota Malang.

Selain pengelolaan sampah, inventarisasi gas rumah kaca juga dilakukan untuk mengidentifikasi sumber-sumber emisi.

Data tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan dan menentukan langkah pengurangan emisi yang lebih terarah.

Wahyu menegaskan, berbagai program lingkungan yang telah berjalan akan terus diperkuat dan diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat.

Dengan demikian, upaya pengendalian emisi diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

“Berbagai upaya ini akan terus kami perkuat dan sinergikan dengan kebijakan pemerintah pusat, sehingga upaya menjaga lingkungan tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Bimbingan teknis tersebut diikuti para gubernur, bupati dan wali kota dari wilayah Sumatera dan Jawa, dengan didampingi perangkat daerah terkait.

Sejumlah materi strategis dibahas dalam kegiatan ini, meliputi kebijakan tata kelola Nilai Ekonomi Karbon, pengendalian perubahan iklim, rencana operasional Zero Waste Zero Emission serta inventarisasi gas rumah kaca dan Sistem Registri.

Materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pemerintah daerah mengenai kebijakan ekonomi karbon sekaligus memperkuat kesiapan dalam menjalankan pembangunan rendah karbon yang berketahanan terhadap perubahan iklim.

Bagi Kota Malang, penguatan kebijakan tersebut menjadi momentum untuk mengoptimalkan program lingkungan yang telah berjalan, khususnya pengelolaan sampah dan pengendalian emisi.

Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, Pemkot Malang berkomitmen mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *