Indonewsdaily.com, Jember – Warga desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru, Jember digemparkan adanya seorang bocah perempuan yang meninggal dunia diduga jadi korban penganiayaan oleh ibu kandungnya sendiri.
Bocah perempuan ini sebut saja Bunga (6) yang baru duduk dibangku kelas 1 SD dalam satu Minggu ini sering mengeluh sakit dan muntah muntah dan pada Selasa, Januari 2022 pukul 02.30 WIB korban meninggal dunia , dengan sejumlah memar di tubuhnya.
Kabar bocah yatim yang meninggal itu tersebar dengan cepat. Tetangga korban mulai berdatangan melihat kondisi mayat korban. Mereka pun curiga sebab melihat sejumlah memar di tubuh bocah malang itu. Warga pun akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Sumberbaru.
Kanitreskrim Polsek Sumberbaru Aiptu Susanto mengatakan, menurut keterangan sejumlah saksi, seminggu yang lalu korban dianiaya oleh ibu kandungnya berinisial RS 31 tahun, warga Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru, Jember.
Ironisnya, penganiayaan itu hanya karena korban sering buang air kecil di celananya. “Ibu kandung korban sudah kami periksa, sementara pengakuannya hanya dipukul dengan sapu. Pemukulan itu karena korban sering buang air di dalam celananya,” jelas Susanto.
Usai mengalami penganiayaan itu, korban mengalami memar di bagian tubuh dan sempat muntah-muntah. Dalam kondisi yang kurang sehat, korban sempat masuk ke sekolah.
“Korban ini kan sekolah kelas satu SD, sempat ditanya oleh gurunya kenapa kok tubuhnya memar. Korban menjawab bahwa dia dipukul ibunya,” tutur Susanto.
Diketahui ibu korban saat ini berstatus janda setelah suaminya meninggal akibat kecelakaan di Bali tahun 2020 lalu. Dengan demikian korban yang masih polos itu merupakan anak yatim.
“Kami masih melakukan proses pemeriksaan. Sejauh ini belum ada penetapan tersangka dan menunggu hasil autopsi dari kamar jenasah RSUD Soebandi untuk mengetahui penyebab kematian korban,”pungkas Susanto pada awak media.








