indonewsdaily.com, Malang-Setelah seluruh Fraksi menerima dan menyetujui Ranperda Penyelenggaraan Kota Lqyak Anak maka DPRD kota Malang sahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penyelenggaraan Kota Layak Anak menjadi Perda.
Hal tersebut disah kan oleh DPRD Kota Malang dalam Paripurna di Ruang Rapat Paripurna DPRD kota Malang, pada hari Selasa (14/05/2024).
Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengatakan terkait Perda layak anak, diharapkan tidak ada lagi eksploitasi terhadap anak.
“Saya berharap nantinya kota Malang akan bersih dari ekspoitasi anak dan menjadi kota layak anak,” ucapnya.
Selain itu Made berpesan jangan ada lagi kekerasan terhadap anak kota Malang adalah salah satu Kota Pendidikan yang seharusnya masyarakatnya lebih intektual dalam bermasyarakat.
“Pelanggaran seksual terhadap anak setelah adanya Perda ini jangan ada lagi, kita harapkan kota ini bersih mengingat kota Malang adalah kota Pendidikan yang masyarakatnya saya yakin intelektuanya lebih tinggi,” ucapnya
Dengan di tetapkan Perda layak anak maka ada kepastian hukum yang mengatur terhadap kekerasan serta exploitasi terhadap anak.
“Dengan disahkan Peraturan Daerah tentang penyelenggaraan Kota Layak Anak maka kita berharap dapat memberikan kepastian hukum, arah dan landasan dalam penyelenggaraan Kota Layak Anak, apalagi kalau ditanya tentang banyaknya anak kecil yang berada di area trafick light pada jam sekolah ini kan menunjukkan bahwa anak tersebut tidak lagi bersekolah apalagi ada laporan anak kecil yang berjualan di pinggir jalan kita akan tindak tegas hal tersebut ” urainya.
Ditanya mengenai taman yang tidak layak anak di beberapa titik lokasi, Ketua DPRD mengatakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Malang diharapkan bisa menyerap anggaran yang ada untuk digunakan membangun taman bermain untuk anak.
“Ada anggaran yang besar nanti di situ dan karena aturannya sudah ada begitupun perlindungan terhadap anak ini, dengan adanya Perda ini DLH wajib membuat taman yang layak anak, seperti contoh di merbabu itu kan banyak nyamuk kan gak cocok buat anak anak bermain, menurut saya hutan kota memang harus ada cuman di seting yang bagus gak harus belantara seperti itu, bukan lagi taman-taman yang sifatnya remang-remang atau taman lain, tapi kita buatkan taman yang mengedukasi dan banyak permainan anaknya,” jelasnya.
Made menilai bahwa keberadaan beberapa taman kota yang sudah ada perlu dioptimalkan terutama yang berada dikawasan pinggiran dan permukiman.
“Sebenarnya yang perlu dioptimalkan terutama yang berada di pinggiran dan di tingkat-tingkat RW, ini yang harus lebih diutamakan supaya apa anak-anak itu di lingkungan terdekatnya sudah dapat layanan psikologis tempat bermain yang nyaman,” pungkasnya (windu)








