indonewsdaily.com, Malang- Prof Agus Maimun, MPd, Ketua Lembaga Pusat Penelitian Masyarakat (LP2M) UIN Maliki Malang, menginisiasi program Kampus Berdampak sebagai langkah nyata dalam memperkuat kebermanfaatan universitas bagi masyarakat sekitar.
Program ini mencakup inovasi melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan program pengabdian masyarakat dengan formulasi terbaru, yang dirancang agar keberadaan kampus memberikan dampak positif berkelanjutan.
Menurut Prof Agus, konsep Kampus Berdampak adalah bagaimana sebuah perguruan tinggi dapat hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Hal ini diwujudkan melalui pengembangan program Pengabdian Mahasiswa dan KKN yang tidak hanya bersifat sporadis, tetapi terus menerus dan berkelanjutan.
“Saya ingin masyarakat sekitar merasa manfaat dari pengabdian mahasiswa secara berkelanjutan, bukan hanya sekali atau saat tertentu,” ungkapnya (1/7/2025).
Program pengabdian ini akan dilakukan secara bergiliran dari berbagai fakultas, sehingga mushala dan masjid di sekitar kampus tetap aktif dan tidak sepi dari kegiatan mahasiswa.
Selain itu, program ini berlaku sepanjang tahun, tidak hanya di akhir semester atau pergantian tahun akademik.
Kegiatan KKN juga akan diadakan secara terus menerus dan bergiliran di komunitas sekitar, dengan sistem konversi sebagai kredit SKS yang wajib diselesaikan mahasiswa.
Hal ini bertujuan memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat secara spontan, tetapi secara berkelanjutan dari keberadaan mahasiswa dan dosen UIN Maliki Malang.
Selain aspek spiritual, Prof Agus menekankan pentingnya pengembangan ekonomi lokal melalui edukasi kepada pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Materi edukasi terkait bisnis online dan kewirausahaan diharapkan mampu meningkatkan talenta bisnis masyarakat sekitar serta menambah pendapatan mereka.
“Dengan pemberian edukasi kewirausahaan dan pengabdian berkelanjutan, diharapkan masyarakat tidak hanya meningkat aspek spiritualnya, tetapi juga perekonomian mereka”, jelasnya.
Lebih lanjut, Prof Agus juga menyebutkan pentingnya keterlibatan dosen dalam memberikan siraman keimanan dan pencerahan secara rutin kepada masyarakat sekitar, termasuk pengembangan pendidikan diniyah di TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an).
Sebelumnya, UIN Maliki Malang pernah mengadakan program pengabdian ke TPQ sore hari, walaupun sempat terhenti. Kini, Prof Agus berkomitmen untuk kembali hidupkan program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan mencerdaskan anak-anak bangsa di sekitar kampus.
Program Kampus Berdampak bertujuan untuk mewujudkan kekontribusian perguruan tinggi secara nyata dalam aspek spiritual, edukatif, dan ekonomi masyarakat.
Dengan kolaborasi aktif antara mahasiswa, dosen, dan komunitas lokal, diharapkan kebermanfaatan ini akan terus berkelanjutan dan memberikan dampak positif jangka panjang.(die)








