Indonewsdaily.com, Malang – Universitas Islam Malang (Unisma) membebaskan SPP untuk mahasiswa yang berhasil meraih medali di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim.
Hal tersebut seperti yang disampaikan Rektor Unisma, Prof Junaidi PhD saat menggelar konfrensi press, Kamis (3/7/2025).
Ia menyampaikan kepada publik bahwa dalam penyelenggaraan Porprov IX 2025 Unisma menyumbangkan atlet.
“Alhamdulillah ada tiga mahasiswa Unisma yang meraih juara, satu mewakili kontingen Kabupaten Malang dan dua mahasiswa mewakili Kota Malang,” ungkapnya
Rektor Unisma mengakui, jika dalam seleksi mahasiswa baru. Kampus ini menggelontorkan beasiswa untuk jalur mahasiswa berprestasi.
Dengan demikian, saat masuk ke Unisma potensi tersebut sudah nampak, hingga diberi beasiswa.
Selanjutnya dilakukan pembinaan-pembinaan yang dilakukan, mahasiswa tersebut kemudian mewakili daerahnya masing-masing.
Dalam hal pembinaan Unisma berkoordinasi dengan KONI yang kemudian dapat mengantarkan beberapa mahasiswa dapat meraih medali
Seperti Ali Khan Ridlo, dari jurusan Teknik Sipil yang berhasil mendapat emas dan satu perak. Ia bertanding di Cabor olahraga angkat besi kelas 88 Kg putra.
“Demikian pula dengan Mahir Qushoyyi Prodi Teknik Elektro, yang merupakan kelompok mahasiswa reguler. Alhamdulillah juga mendapatkan medali emas pada cabang olahraga Hapkido di kelas Daeryun Under 78 Kg,” ucapnya
Dan satu lagi Dika Yoga Pratama Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Unisma. Ia berhasil meraih juara kedua dengan medali perak pada cabang hoki outdoor putra,” ungkapnya.
Terkait prestasi tersebut, pihak Rektorat Unisma telah membuat kebijakan terkait dengan penghargaan-penghargaan kepada mahasiswa yang meraih kejuaraan.
Diantaranya berupa pembebasan biaya SPP sekian waktu sebagai wujud rasa sangat bangga dengan capaian-capaian yang diperoleh mahasiswa dalam ajang Porprov ini.
Rektor pun berharap, dengan pembinaan yang secara kontinu melalui koordinasi antara Unit Kegaiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di Unisma dengan KONI. Terutama di masing-masing daerah itu bisa mengantarkan atlet-atlet untuk bisa meraih prestasi terbaiknya.
Jadi memang sejak awal ada ikatan beasiswa SPP sampai nol rupiah, tetapi memang dibina setiap tahun ditargetkan meraih juara. Hal ini memang merupakan strategi dalam rangka meningkatkan kinerja perguruan tinggi dari sisi prestasi mahasiswa.
“Sehingga memang kita menyeleksi calon-calon mahasiswa yang memiliki prestasi untuk diberi beasiswa,” ucap Prof Junaidi.
Demikian pula peserta Porprov yang sebagian besar masih usia SMA. Mereka yang mendapatkan juara, kalau masuk ke Unisma akan mendapat beasiswa. Seperti yang diberikan kepada tiga atlet tersebut di atas.(die)








