Antisipasi Banjir, Operator Rumah Pompa di Kota Mojokerto Siaga 24 Jam

Indonewsdaily.com, Mojokerto — Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pemukiman (DPUPR Perakim) memperkuat infrastruktur pengendali banjir sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem selama libur Lebaran tahun 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melaksanakan Sistem Piket Kewaspadaan Banjir secara on call.

Piket kewaspadaan banjir dilaksanakan secara aktif selama 24 jam, dengan tujuan untuk memantau kondisi cuaca, debit sungai, serta potensi genangan yang terjadi di wilayah Kota Mojokerto. Tim piket terdiri dari sekitar 10 orang petugas, yang meliputi sopir kendaraan pick-up dan petugas kewaspadaan banjir, didampingi oleh mandor serta petugas dari Dinas PUPR Perakim (Bidang Sumber Daya Air).

“Apabila terjadi peningkatan debit atau volume air sungai akibat curah hujan tinggi maupun kondisi cuaca ekstrem, maka Tim Tanggap Darurat akan segera bersiap dan berkumpul untuk menindaklanjuti langkah-langkah penanganan yang diperlukan,” kata Kabid Sumber daya air (SDA) Basuki Ismail.


Lebih lanjut Basuki mengatakan selain itu, dilakukan pula koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait yang terhubung selama 24 jam melalui grup komunikasi, seperti DLH, BPBD, Satpol PP, Kelurahan, Kecamatan, dan instansi lainnya, sehingga penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.

“Dalam pelaksanaannya, Tim Piket Kewaspadaan Banjir memiliki beberapa tugas utama, antara lain melakukan pemantauan kondisi cuaca dan debit sungai secara real time, terutama di wilayah yang rawan terjadi genangan. Melaksanakan pembersihan saluran air, gorong-gorong, serta inlet saluran yang mengalami penyumbatan. Melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap operator Rumah Pompa Air (RPA) yang berjumlah sekitar 21 unit dan tersebar di beberapa wilayah Kota Mojokerto, ” jelasnya.

Ia menambahkan petugas juga akan mengontrol petugas penjaga pintu air serta membantu pelaksanaan buka-tutup pintu air apabila diperlukan dalam kondisi darurat. Menyiapkan peralatan serta kendaraan operasional yang siap digunakan untuk penanganan banjir atau genangan, termasuk penggunaan pompa mobile/portable. Melaksanakan koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait apabila diperlukan tambahan bantuan dalam penanganan kondisi darurat.

“Selain upaya dari pemerintah, masyarakat juga diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan saat memasuki musim penghujan. Masyarakat diharapkan mengetahui nomor darurat yang dapat dihubungi apabila terjadi kondisi yang membutuhkan pertolongan, serta turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah atau kotoran ke dalam saluran air maupun sungai, agar aliran air tetap lancar dan potensi banjir diminimalkan,” Pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *