indonewsdaily.com,Kabupaten Malang, 29 April 2026– Warga di wilayah Malang Selatan menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang melalui UPT Pengelola Jalan dan Jembatan Turen dalam menangani kerusakan jalan.
Perbaikan dilakukan sejak Sabtu, 25 April 2026 dengan metode lapis penetrasi atau lapen di sejumlah ruas jalan prioritas.
Metode lapen dipilih sebagai solusi penanganan cepat di tengah keterbatasan anggaran pemeliharaan.
Teknik ini dilakukan dengan menyemprotkan campuran agregat dan aspal langsung di titik jalan berlubang, sehingga kerusakan bisa segera ditangani tanpa harus menunggu proyek peningkatan jalan secara menyeluruh.
Dampak Mulai Dirasakan Warga, Ketua RT 11 Desa Baturetno, Kecamatan Dampit, Sunari, mengaku manfaat perbaikan sudah dirasakan warga. Jalan yang sebelumnya banyak lubang kini lebih nyaman dilalui.
“Terima kasih atas penambalan lapen yang dilakukan oleh UPT Bina Marga Turen yang berada di Desa Baturetno. Semoga langkah selanjutnya ditindaklanjuti oleh Bina Marga karena ini aspalnya masih di aspal satu kali. Semoga permohonan kami dikabulkan,” ujar Sunari.
Permintaan warga agar dilakukan pengaspalan tahap lanjutan juga mengemuka, mengingat lapen saat ini masih bersifat pemeliharaan rutin untuk menutup lubang.
Dorong Akses Wisata dan Kunjungan Pejabat, Apresiasi serupa datang dari Kepala Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Hendik Arso Hadiwinulyo. Menurutnya, perbaikan jalan berdampak langsung pada akses menuju kawasan pesisir selatan, termasuk Pantai Sipelot yang jadi salah satu destinasi unggulan.
“Terima kasih kepada UPT Bina Marga di Turen dan juga kepada Bapak Kepala Dinas Bina Marga Khairul Isnaidi Kusuma, yang mana telah memberikan kenyamanan pada jalan-jalan kami sehingga mulai tangsi sampai Pantai Sipelot ini akan dikerjakan oleh Bina Marga,” kata Hendik.
Ia menambahkan, infrastruktur jalan yang mulus turut mendukung pengembangan kawasan dan meningkatkan mobilitas warga. Bahkan, kawasan tersebut sudah beberapa kali dikunjungi Menteri Kelautan dan Perikanan. Rencananya, Presiden Prabowo juga dijadwalkan hadir ke lokasi tersebut.
“Sehingga Pak Menteri sudah berkali-kali datang, apalagi nanti rencananya akan ada kunjungan Presiden Prabowo yang akan hadir di tempat kami, sehingga jalan-jalan kami semua diperbaiki dengan mulus,” ujarnya.
Program “Sapu Lobang” Jadi Andalan, Kepala UPT PJJ Turen, Bambang Dwi Mulyanto, menegaskan bahwa perbaikan ini merupakan bagian dari program rutin untuk meningkatkan pelayanan publik. Sesuai arahan Kepala Dinas PU Bina Marga, pihaknya intensif menjalankan program sapu lobang atau salob.
“Arahan Pak Kepala Dinas PU Bina Marga, kami intensif melakukan program sapu lobang untuk meningkatkan pelayanan publik, keamanan dan kenyamanan pengguna jalan,” ucap Bambang.
Bambang menjelaskan, perbaikan tidak hanya di Desa Baturetno. Beberapa ruas lain yang ditangani antara lain, Kecamatan Sumbermanjing Wetan Ruas Druju–Wonokerto dan Klepu–Tambakasri dan Kecamatan Tirtoyudo Ruas Tlogosari–Mulyoasri
Secara keseluruhan, pemeliharaan rutin ini menyasar lima kecamatan di wilayah kerja UPT PJJ Turen yaitu Turen, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, dan Ampelgading.
Solusi di Tengah Keterbatasan Anggaran, Menurut Bambang, metode lapen dan program salob menjadi solusi strategis agar penanganan jalan rusak bisa dilakukan merata. Dengan anggaran pemeliharaan yang terbatas, perbaikan skala besar belum bisa dilakukan serentak. Karena itu, penambalan lubang jadi prioritas agar keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.
Pemerintah Kabupaten Malang berharap pemeliharaan rutin ini mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah di Malang Selatan. Jalan yang baik dinilai krusial untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta mendongkrak kunjungan ke destinasi wisata pesisir.
Warga berharap ke depan ada peningkatan status dari pemeliharaan rutin menjadi peningkatan jalan dengan pengaspalan lapis kedua. Hal ini agar hasil perbaikan lebih awet dan tidak mudah kembali berlubang saat musim hujan. (win)








