Indonewsdaily.com, Kota Malang – Warga Jalan Hamid Rusdi Timur gang 6, sekitar pukul 12.30 WIB, Kamis (12/5) siang dikejutkan adanya teriakan seorang gadis minta tolong cukup keras dari dalam rumah yang baru beberapa hari dikontrak oleh saudaranya di Jalan Hamid Rusdi Timur gang 6 RT. 03 RW. 16 Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing.
Korban diketahui bernama Dwi
Faiziatil Ulla (22) warga warga Desa Sumberjati Kec Kademangan Kab Blitar, dan tercatat sebagai mahasiswi UIN Kota Malang semester akhir dan mondok di Pesantren kawasan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru.
Peristiwa ini berawal saat salah seorang tetangga depan rumahnya bernama Sulastri (45) mendengar teriakan cukup keras minta tolong.
“Ada teriakan cukup keras oleh seorang wanita, terus saya cari kemana mana tapi ngak ada orangnya, terus pandangan saya tertuju pada rumah depan saya yang baru dikontraknya.” ucap Sulastri pada wartawan Indonewsdaily dirumahnya.
Ditambahkan Sulastri, begitu menuju kerumah tersebut dan pintu rumahnya dibuka, suara keras minta tolong ternyata bersumber dari ruang dapur.
“Saya langsung menuju keruang dapur dan melihat lubang ukuran setengah meter persegi dilantai dapur terus saya lihat ada orangnya didalam Sapitank yang minta tolong.” imbuhnya.
Mengetahui adanya orang didalam Sapitank, saksi (Sulastri) langsung menghubungi para tetangganya untuk menolongnya (mengevakuasinya) dari dalam Sapitank sedalam hampir 20 meter lebih.
“Untung kaki korban masih menginjak bongkah tanah yang menjorok kedalam, kalau ngak sudah terperosok lebih dalam ke kubangan tinja (kotoran) lebih dalam.” ucap Giono.
Beberapa warga langsung mencari tangga untuk mengevakuasi korban, namun kesulitan karena lubang ubin (lantai) yang ambrol hanya selebar 50 cm persegi.
“Tadi warga langsung menjebol lantai / melebarkan lantai dapur untuk bisa mengevakuasi korban.” jelas Giono.
Sementara Dwi (Korban) mengatakan, saat itu dirinya bersih bersih rumah yang baru dikontrak kakaknya dan baru ditempati pada Minggu (8/5) malam kemarin.
“Saat ngepel bagian dapur tiba-tiba lantai yang dipinjaknya ambrol dan saya langsung terperosok kedalam Sapitank.” kata Dwi sambil menahan sakit dibagian kedua kakinya.
Ditambahkan Dwi, begitu dirinya terperosok kelubang Sapitank, dirinya berusaha mencari pijakan tanah dalam Sapitank agak menjorok kebarat sambil minta tolong pada warga sekitar yang mendengarnya.
“Alhamdulilah teriakan saya didengar warga dan saya bisa diselamatkan meskipun mengalami luka memar dikedua kakinya dan bau tinja yang minta ampun, yang penting jiwa saya bisa terselamatkan.” pungkasnya.













