Indonewsdaily.com, Malang – Sebuah kecelakaan kerja di Pabrik pupuk Milik PT Danendra Untung Abadi yang terletak di Desa Plandi Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang, mengakibatkan 2 orang pekerja pabrik tewas diduga terjebur dikolam pupuk, Jumat (1/4) siang.
Kedua pegawai pabrik tersebut diketahui bernama Rizki / Kentung (35) warga Plandi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang dan Lasianto (50). warga Dusun Sundan Desa Plosan Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.
Diceritakan Feri Bukit S, salah satu saksi yang juga pekerja saat kejadian bahwa musibah terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Kata Feri, 4 orang sedang bekerja, termasuk dia, Arifin, Riski dan Lasianto. Siang itu mendadak Riski menghilang.
Riski dimungkinkan sedang mengecek kualitas obat dalam kolam atau bak. Kolam ini tidak di ruang terbuka melainkan sebuah bangunan khusus atau bak dengan lubang kecil kotak berukuran 50 x 50 Cm. Posisinya dalam ruangan.
Diduga Feri, saat uap keluar dari bak, Riski terjatuh. Saat kejadian, Feri, Arifin dan Lasianto berada di lokasi lain. Ketiganya berada di kolam lain. Perkiraan Feri, kondisi Risky sudah lebih 20 menitan masuk kolam.
“Awalnya dikira makan apa tidur. Tahu tahu yang Riski sudah ada di kolam. Yang tahu juragan. Itu kolam pupuk industri. Isinya obat cair. Kedalaman 3,5 meter. Yang mau nolong Pak Lasianto. Ambil tangga. Mau naik, gak kuat jatuh,” cerita Feri.
Orang pertama yang menemukan Rizki adalah Lasianto dan hendak menolong karena rekannya terlihat sudah mengapung di kolam.
“Lalu yang menemukan duluan itu Pak Lasianto, lalu mau nolong dengan tangga, pas mau naik gak kuat dan ikutan jatuh. Keduanya sama-sama meninggal. Sepertinya keduanya jatuh ke kolam karena gak kuat baunya, soalnya itu kolam berisi pupuk.cair ” ucapnya.
Kedua korban saat ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia oleh pemilik pabrik sendiri yaitu Pak Untung.
“Keduanya sepertinya tidak sempat minta tolong, tapi saat mau naik sudah gak kuat baunya dan langsung jatuh. Saat ditemukan jenazahnya gak ada yang berani nolongin, bahkan keponakan saya Arifin itu mau nolongin gak kuat, langsung saya tarik,” ucapnya.
Ditegaskan saksi mata (Ferry), diduga temannya (Rizki) yang selaku kepala gudang memperkirakan jika Rizki yang juga kepala gudang, saat kejadian hendak mengecek kondisi kolam.
“Sepertinya si Rizki itu mau mengecek obat di kolam itu masih layak atau tidak, soalnya mau dikirim. Sepertinya gak kuat uapnya dan langsung jatuh, soalnya kalau mau mengecek obat memang harus dibuka dulu,” pungkasnya.
Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan dari pihak kepolisian. Sementara Tim Inafis sedang melakukan upaya evakuasi kedua jenazah.














