Disperpusip Mojokerto Gelar Bimtek Literasi Informasi bagi Mahasiswa, Tenaga Pendidik hingga Pengelola Perpustakaan

 

Indonewsdaily.com, MOJOKERTO – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Mojokerto menggelar Bimbingan Teknis Literasi Informasi untuk membendung maraknya hoaks dan merespons pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Langkah ini untuk memperkuat fungsi perpustakaan sebagai benteng literasi digital di sekolah.

Pelatihan ini diikuti 275 peserta dari pengelola perpustakaan sekolah, tenaga pendidik, hingga akademisi se-Kota Mojokerto dan terbagi dalam dua agenda.

Sesi pertama bertajuk “Literasi Media: Bijak Menggunakan Sosial Media” digelar di Ruang Prajna Wicitra, Mall Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada, Senin (12/10/2026). Menghadirkan akademisi Universitas Airlangga (Unair) Dr. Suko Widodo dan Wakil Rektor Universitas Mayjen Sungkono (Unimas) Suesthi Rahayuningsih. Sesi ini menyasar petugas perpustakaan dari 43 SD/MI dan 7 SMP/MTs.

Sesi kedua mengusung tema “Smart Information, Wise Action: Generasi Kritis dan Bijak di Era AI” digelar di Aula Kelurahan Jagalan, Kranggan, Rabu (14/10/2026). Menghadirkan akademisi Unim Imaduddin Bahtiar Efendi dan akademisi Unair Wilda Prihatiningtyas, serta diikuti perwakilan 50 perpustakaan SD/MI.

Kepala Disperpusip Kota Mojokerto, Abd. Rachman Tuwo, mengatakan peran perpustakaan kini telah bergeser di tengah banjir informasi digital.

“Perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat sumber belajar, pusat informasi, ruang literasi, serta tempat masyarakat memperoleh pengetahuan dan mengembangkan potensinya,” kata Rachman Tuwo.

Ia menekankan kemudahan akses data dan pesatnya adopsi AI menghadirkan tantangan. Melimpahnya data di ruang publik tidak menjamin keakuratan informasi.

“Literasi informasi bukan sekadar kemampuan menggunakan internet atau mencari data melalui mesin pencari. Lebih dari itu, ini adalah kemampuan mengidentifikasi kebutuhan informasi, mengevaluasi kualitas dan kredibilitasnya, serta menggunakannya secara efektif, etis, dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Melalui bimtek ini, Disperpusip merumuskan empat langkah pemilahan informasi yakni identifikasi ubtuk memahami kebutuhan informasi secara spesifik sebelum melakukan penelusuran, Evaluasi Sumber untuk memeriksa kredibilitas dan rekam jejak penyedia data atau media. Ketiga yakni Kontekstualisasi & Komparasi untuk membandingkan temuan dengan rujukan resmi atau literatur valid dan Penggunaan Etis untuk memanfaatkan dan menyebarkan informasi secara bijak tanpa melanggar hukum dan etika publik.

Pemkot Mojokerto berharap peserta bimtek dapat menularkan keterampilan berpikir kritis kepada siswa di sekolah masing-masing, guna membentuk generasi yang adaptif dan bijak di era AI.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *