indonewsdaily.com, Kabupaten Malang – DPUBM (Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga) Kabupaten Malang lakukan rehabilisasi perbaikan drainase untuk cegah banjir di wilayah kabupaten Malang.
Hal tersebut dilakukan DPUBM salah satunya di sepanjang Jalan Raya Bokor Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.Perbaikan tersebut untuk rehabilitasi saluran drainase.
Di curah hujan yang intensitas tinggi akhir-akhir ini memang di beberapa titik banyak drynase yang tidak berfungsi baik.
Sebelumnya drainase di sepanjang Bokor ini berukuran kecil ini dengan kedalaman yang kurang tersebut mengalami perbaikan karena kurang berfungsi baik, kini diperbaiki menjadi lebar 40 centimeter, dan kedalaman menjadi 60 centimeter.
Menurut Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma, karena saat musim hujan daerah tersebut masih rawan terjadi genangan air dan mengalami banjir. Diharapkan dengan rehabilitasi ini saluran dapat berfungsi dengan maksimal dan mengalirkan air hujan ke drainase lebih baik.
“Dinas PU Bina Marga terus berupaya melayani masyarakat dengan terus rutin melakukan perbaikan drainase di bahu jalan,” ungkapnya.
Perbaikan Drainase ini sebagai tadah peresapan air di permukaan jalan dengan harapan untuk mencegah genangan air dipermukaan jalan raya Bokor sehingga menjadikan jalan aspal menjadi kuat dan tahan lama karena air di permukaan jalan akan mengalir ke drainase di pinggir bahu jalan.
“Yang pasti kami berupaya menjadikan Kabupaten Malang ini agar terhindar dari jalan rusak yang di akibatkan oleh genangan air,” ucapnya.
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, menambahkan bahwa rehabilitasi drainase dilakukan untuk meningkatkan daya tampung saluran di lokasi tersebut yang kurang memadai.
“Kondisi drainase disepanjng titik lokasi tampak sudah tidak memadai baik dimensi maupun usia konstruksi. Diidentifikasi juga banyak sedimen atau sampah yang menumpuk sehingga daya tampung air tidak bisa mengalir dengan lancar,” ucapnya.
Lebih lanjut Khairul mengatakan penyebab utama adalah sampah dan sedimen material pasir sehingga memperkecil penampang drainase.
“Sehingga perlu dilakukan rehabilitasi agar dapat menampung air dan air tidak sampai meluap ke permukaan jalan sehingga tidak mengakibatkan kerusakan lapis perkerasan jalan ,” jelasnya, (30/10/2024). (win).









