indonewsdaily.com, Malang – Pemerintah Kota Malang resmi mengoperasikan Gedung Parkir Kayutangan yang berlokasi di kawasan Kayutangan Heritage, Sabtu (10/1/2026).
Peresmian gedung parkir bertingkat ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan parkir dan meningkatkan kenyamanan pengunjung di kawasan heritage tersebut.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Malang, Slamet Santosa, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Parkir Kayutangan didanai oleh BPD Kota Malang melalui Anggaran Tahun 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp9.002.405.000.
Gedung parkir ini terdiri atas satu lantai basement yang diperuntukkan bagi kendaraan roda empat dengan kapasitas 20 unit. Lantai satu digunakan untuk parkir kendaraan roda dua dengan kapasitas 350 unit. Selain itu, tersedia area parkir bertingkat tambahan yang mampu menampung 15 unit kendaraan roda empat dan 450 unit kendaraan roda dua.
Dengan demikian, total kapasitas gedung parkir ini mencapai 35 unit kendaraan roda empat dan sekitar 800 unit kendaraan roda dua. Slamet menjelaskan, seluruh kendaraan roda dua yang memasuki kawasan Kayutangan diarahkan untuk parkir di Gedung Parkir Kayutangan maupun kantong parkir terdekat. Sementara itu, kendaraan roda empat masih diperbolehkan parkir terbatas di satu sisi Jalan Kayutangan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa keberadaan gedung parkir bertingkat ini merupakan salah satu langkah strategis untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sepanjang kawasan Kayutangan Heritage.
“Dengan parkir bertingkat ini, kepadatan dan kemacetan yang selama ini terjadi bisa kita atasi. Pengunjung menjadi lebih nyaman dan bisa menikmati kawasan heritage Kayutangan dengan lebih leluasa,” ujar Wahyu.
Pemerintah Kota Malang juga berencana menata ulang kawasan sekitar sungai, pasar, serta lokasi pedagang kaki lima (PKL) agar menjadi satu kesatuan destinasi wisata kota yang tertata dan berkelanjutan.
“Jika seluruh kawasan ini terhubung dan tertata dengan baik, maka akan menjadi destinasi yang kuat, nyaman, dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” pungkas Wahyu.(win)














