indonewsdaily.com, Malang- Lomba Tari Beskalan Putri Tingkat Nasional 2024 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Merdeka Timur no 3 Kota Malang 3 Nopember 2024.
Tari Beskalan Putri merupakan salah satu aset kebudayaan seni tari khas Kabupaten Malang Tari Beskalan Putri mulai berkembang pada tahun 1920 dan merupakan tarian tertua di kota Malang. Pada jaman dahulu, tarian ini digunakan sebagai tarian yang dipersembahkan kepada leluhur.
Beskalan Putri Merupakan tarian ucapan “Selamat Datang”, tarian khas Kabupaten Malang yang dipakai dalam upacara penyambutan tamu yang datang berkunjung ke Kota Malang Beskalan sendiri berasal dari kata “bakalan” yang artinya pertama atau dasar dari segala bentuk penghargaan terhadap tamu atau orang asing yang muncul secara spontan.
Acara ini diinisiasi oleh Komunitas Tandak Malang, anggotanya terdiri dari berbagai latar belakang, tujuan dari Lomba ini adalah untuk ikut mendukung kesenian Tari Beskalan yang mana asli Kabupaten Malang dan telah diakui secara Nasional serta perlu dilestarikan , Acara lomba ini diikuti 41 peserta 21 perorangan, 24 kelompok.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang. Purwoto, S.Sos, M.Si. mengatakan bahwa ini adalah kolaburasi antara Komunitas Tandak Malang dan Disparbud Kabupaten Malang.
“Kami berharap kegiatan seperti ini harus lebih di giatkan kembali dan lebih besar lagi, serta lebih di persiapkan secara lebih matang, maka dari itu kami mohon untuk selanjutnya monggo di persiapkan dan dikomunikasikan dengan Disparbud, inilah pentingnya kita ada perencanakan, kami harap para seniman turut ikut rembuk dalam perencanaan kebudayaan, kesenian yang ada di Kabupaten Malang. Sehingga kita dapat susun PPKAD, RPJMD kira kira kita mau kemana jadi semua akan terencana dengan baik secara jangka panjang,” katanya (3/10/2024)
Sedangkan Suroso Ketua DKKM (Dewan Kesenian Kabupaten Malang) mengatakan bahwa kegiatan ini adalah sebagai bentuk kepedulian dari kami para seniman untuk turut melestarikan kebudayaan tari Beskalan Putri.
” Alhamdulilah pesertanya dari seluruh Indonesia dan itu adalah murid- murid dari mbah Katam yang tersebar di Nusantara, selain itu tari beskalan putri ini juga dimasukkan kedalam kurikulum pembelajaran di kampus-kampus, maka dari itu kami tergerak untuk ikut peduli dalam pelestariannya agar tidak punah,” ucapnya
Suroso menjelaskan sejarah dari Tari Beskalan adalah sangat panjang karena sudah lahir sejak lama, bahaya kepunahan juga akan melanda bagi para muda-mudi kalau tidak kita jaga secara turun temurun.
“Tari ini sejarahnya dulu yang membawakan adalah penari pria yang berpakaian wanita namun sekarang sudah dibawakan oleh penari perempuan, selain itu yang menjadi ciri khas tari ini adalah biasanya dipakai sebagai tari pembukaan dari pagelaran Wayang Topeng Malang yang juga menjadi icon Kota Malang, dan saya berharap supaya pagelaran seperti ini bisa dilakukan setiap tahun,” ungkapnya. (win)








