KaryaBunyi.id Hadir untuk Membangun Ekosistem Musik di Malang, Jangan Lupa 13 Maret 2025, di KTI28

indonewsdaily.com, Malang – Program perdana KaryaBunyi id yakni “Jagongan Sore”, akan digelar pada Kamis, 13 Maret 2025, di KTI28 Cafe and Resto, Jalan Karya Timur No. 28, Kota Malang.

Kegiatan ini akan menyediakan fasilitas seperti dua set drum, sound system standar, serta alat bantu edukasi seperti whiteboard, stick drum, practice pad, dan instrumen pendamping. KaeyaBunyi.id sebuah komunitas musik yang berfokus pada pengembangan talenta musisi muda, resmi diluncurkan di Kota Malang.

Komunitas ini bertujuan untuk membangun ekosistem musik yang inklusif dan mendukung perkembangan karakter, mental yang sehat, dan semangat berbagi dalam bermusik.

“Kami ingin membantu musisi muda, memonitor perkembangan mereka, dan berbagi pengetahuan. Setiap musisi memiliki karakteristik yang berbeda, ada yang introvert dan ada yang lebih ekspresif. Kami ingin membantu mereka yang masih merasa insecure agar bisa berkembang dalam lingkungan yang suportif,” terang Bobi Nilam, Humas KaryaBunyi.id

KaryaBunyi.id membuka pintu bagi musisi dengan instrumen lain, seperti gitar, bass, piano, hingga saxophone. “Kami ingin membangun ekosistem musik yang inklusif, di mana semua talenta memiliki kesempatan untuk berkembang. Tidak hanya drummer, tetapi semua musisi muda yang ingin berkarya,” tambahnya.

Dengan adanya dukungan dari pemilik tempat dan komunitas musik lokal, acara ini diharapkan bisa terus berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem musik di Kota Malang.

Bobi Nilam, menyampaikan bahwa komunitas ini ingin memberikan wadah bagi generasi musisi muda Malang agar mereka tidak hanya mengasah kemampuan musikal, tetapi juga membangun mental yang sehat dan karakter yang kuat.

“Kami ingin membimbing mereka dengan pendekatan yang baik dan sehat, sehingga mereka bisa berkembang dan memiliki dampak positif di lingkungan sosial mereka. Lokasi ini dipilih karena memiliki sejarah kuat dengan musik, dimiliki oleh seorang drummer lawas asal Malang yang telah lama berkontribusi dalam skema musik lokal. ” katanya (12/3/2025)

Program perdana ini adalah penyelenggaraan kegiatan rutin di berbagai lokasi seperti kafe, ruang publik, dan art space yang dapat menjadi tempat berkumpul dan bereksplorasi.

Konten kegiatan meliputi aspek friendship, performing, edukasi, serta menciptakan suasana yang nyaman bagi musisi muda untuk saling berbagi dan berkembang bersama.

“Kami ingin membantu musisi muda, memonitor perkembangan mereka, dan berbagi pengetahuan. Setiap musisi memiliki karakteristik yang berbeda, ada yang introvert dan ada yang lebih ekspresi,” ucap Bobi.

Selanjutnya Bobi yang juga Drummer dari Band The Binals ingin membantu mereka yang masih merasa insecure agar bisa berkembang dalam lingkungan yang suportif.

“Meski awalnya berangkat dari komunitas drummer, KaryaBunyi.id membuka pintu bagi musisi dengan instrumen lain, seperti gitar, bass, piano, hingga saxophone. Kami ingin membangun ekosistem musik yang inklusif, di mana semua talenta memiliki kesempatan untuk berkembang. Tidak hanya drummer, tetapi semua musisi muda yang ingin berkarya,” tambahnya.
Nama Karya Bunyi sendiri diambil dari filosofi bahwa setiap musisi menciptakan karya dari bunyi,” ungkapnya

“Tak hanya sebatas bermain musik, tetapi juga membangun sesuatu yang berdampak lebih luas, baik itu melalui karya musik, event, pendidikan, maupun penciptaan alat musik baru yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa. Setelah perhelatan perdananya di KTI28 Cafe and Resto, Jagongan Sore direncanakan menjadi program reguler yang akan digelar di berbagai tempat lain, termasuk Maliki Plaza dan beberapa kafe lain di Kota Malang,” tambah Bobi

Kami sangat mengapresiasi pihak-pihak yang bersedia memberikan tempat untuk kegiatan ini. Ini bukan sekadar ajang bermain musik, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk menumbuhkan karakter, mental yang sehat, dan semangat berbagi dalam bermusik,” pungkas, Bobi Nilam.

Hadirnya KaryaBunyi.id, ekosistem musik di Kota Malang semakin hidup. Komunitas ini bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya musisi muda, tetapi juga menjadi wadah yang mendukung perkembangan talenta, karakter, dan semangat kolaboratif dalam berkarya.

Musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga medium untuk membangun dan memperkaya kehidupan sosial yang lebih baik. (win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *